Bisnis.com, JAKARTA — Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI membantah adanya rencana lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Itahttps://www.bisnis.com/topic/1112/italialia pasca-kunjungan ke Prancis.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bakom Pemerintah RI, Muhammad Qodari di Kantor Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
"Yang pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis," ujar Qodari.
Dia menekankan, setiap perjalanan atau kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri maka akan disampaikan secara resmi oleh pemerintah.
Oleh sebab itu, jika ada wacana kepala negara akan melakukan kunjungan ke luar negeri namun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, maka hal tersebut masih bersifat rencana.
"Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," imbuhnya.
Baca Juga
- Catatan di Balik Pembentukan Dewan Bisnis Raksasa Indonesia-Prancis
- Prabowo Kantongi 4 Kesepakatan Senilai Rp61 Triliun Hasil Lawatan dari Prancis
- Daftar Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis: Forum Bisnis hingga Kerja Sama Pendidikan
Di lain sisi, Qodari juga menanggapi polemik kunjungan Prabowo ke Prancis saat bersamaan dengan perayaan Iduladha 1446. Menurutnya, keberangkatan Prabowo itu merupakan balasan kunjungan kenegaraan saat Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada tahun sebelumnya.
Selain itu, lawatan Prabowo ke Prancis juga membawa misi kerja sama bilateral antara kedua negara di sejumlah sektor baik itu pertahanan, energi hingga teknologi.
"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara," pungkasnya.





