JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 1 hingga 7 Juni 2026.
Informasi tersebut merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang disusun berdasarkan model cuaca numerik guna memberikan gambaran sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus selama tujuh hari ke depan.
Awan Cumulonimbus dikenal sebagai jenis awan konvektif yang dapat berkaitan dengan fenomena cuaca signifikan seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga penurunan jarak pandang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin 1 Juni 2026: Libur Hari Lahir Pancasila, Jabar Berpotensi Hujan
Karena itu, keberadaan awan ini menjadi salah satu parameter yang diperhatikan dalam aktivitas penerbangan maupun pelayaran.
Tiga Wilayah dengan Cakupan Awan Cumulonimbus TertinggiBerdasarkan peta prakiraan BMKG, terdapat tiga wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ), yakni wilayah dengan persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen selama periode 1-7 Juni 2026.
Wilayah tersebut meliputi:
- Kalimantan Selatan;
- Selat Makassar bagian selatan;
- Selat Makassar bagian tengah.
Kategori Frequent menunjukkan potensi keberadaan awan Cumulonimbus yang relatif lebih luas dibandingkan wilayah lain yang masuk kategori Occasional (OCNL) maupun Isolated (ISOL).
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta Besok Senin 1 Juni 2026: Hujan Berpotensi Guyur Siang hingga Sore
Selain wilayah kategori FRQ, BMKG juga memprakirakan sejumlah daerah masuk kategori Occasional (OCNL), yakni wilayah dengan persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus berkisar antara 50 hingga 75 persen.
Wilayah yang termasuk kategori ini antara lain:
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca BMKG
- potensi awan Cb
- cuaca Indonesia Juni 2026
- Kalimantan Selatan





