Harga Emas Diperkirakan Bangkit! Ini Strategi Beli Saat Harga Lesu

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia melandai sejak pecah perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu. Apakah ada peluang untuk bangkit lagi?

Emas dunia sejatinya memiliki hubungan dengan ketidakpastian dan krisis global karena sifatnya sebagai aset lindung nilai. Biasanya asaat krisis atau badai ekonomi tiba, harga emas melonjak.

Namun, saat terjadi perang antara Iran dengan AS dan Israel ada ancaman naiknya harga barang dan jasa secara agregat atau disebut inflasi. Hal ini terjadi karena selat Hormuz, yang menjadi salah satu pusat lalu lintas minyak dan gas dunia, ditutup.

Dampaknya pun meluas ke beragam negara melalui kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$110 per barel lebih dan diikuti kenaikan harga bahan bakar minyak di sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia (harga bbm non subsidi).

Kekhawatiran lonjakan inflasi secara natural akan diantisipasi oleh kebijakan moneter Bank Sentral dengan cara mempertahankan suku bunga di level yang tinggi atau menaikkan suku bunga.

Potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral pun terdeteksi di Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan alat Fedwatch, konsensi menunjukkan bahwa ada potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun menjadi 3,75%-4%.

Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia bahkan sudah lebih dulu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.
Harga emas sendiri 'alergi' dengan kenaikan suku bunga karena membuatnya kalah pamor dimata investor dibandingkan produk pasar uang yang menawarkan kenaikan bunga. Sehingga permintaan emas pun turut lesu yang membuat harga emas turun.

Baca: Harga Emas Galeri 24, UBS & Antam Retro Hari Ini: Antam Rp2,9 Juta

Sejak mencapai US$5.326,82 per troy ons pada 2 Maret 2026, tren harga emas dunia melemah dan turun 14,85% hingga Jumat (29/5/2026) ditutup di US$4.535,82 per troy ons.

Apakah Masih Ada Peluang Harga Emas Naik?

Riset dari Morgan Stanley mengatakan mempertahankan target harga emas di US$5.200 per troy ons di akhir tahun. Ahli strategi komoditas logam dan pertambangan di Morgan Stanley, Amy Gower mengatakan harga emas masih berpotensi mencapai US$5.200 per troy ons di akhir tahun ini.

Menurutnya sentimen positif harga emas di akhir tahun akan dipengaruhi oleh peluang penurunan suku bunga The Fed di awal 2027, di mana Morgan Stanley sendiri memperkirakan penurunan suku bunga terjadi pada Januari 2027 dan kemudian pada Maret 2027.

Harga emas dunia, kata Gower akan menguat karena memiliki sensitivitas dengan kebijakan moneter bank sentral.
"Sensitivitas emas terhadap kebijakan moneter kini menjadi pendorong utama harga. Hal ini mengurangi peran emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi," kata Gower dikutip Minggu (31/5/2026).

Selain itu, mulai ada perundingan kesepakatan untuk perang berakhir dari pihak AS maupun Iran. Sejumlah sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa rancangan kesepakatan sebenarnya tinggal menunggu persetujuan akhir Trump. Meski begitu, Trump belum mengambil keputusan usai menggelar rapat di Situation Room Gedung Putih pada Jumat waktu setempat.

Jika konflik mereda, maka akan menjadi sentimen positif bagi harga emas untuk kembali mencapai level US$5.000 per troy ons.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras saat menghadiri forum pertahanan di Singapura.

"Washington lebih dari mampu untuk kembali melanjutkan perang," ujar Hegseth, dikutip dari AFP, Minggu (31/5/2026).

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menegaskan pasukan Amerika tetap siaga di kawasan. Dalam unggahan di X, CENTCOM menyebut personel militer AS "tetap berada di kawasan dan terus waspada."

Prospek kesepakatan kembali dipertanyakan pekan ini setelah AS melancarkan serangan ke pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan balasan, sehingga berakhirnya perang masih tidak pasti hingga saat ini.

Strategi Cicil Emas Saat Harga Sedang di Bawah

Saat harga emas dunia saat ini sedang jatuh, bisa menjadi peluang untuk membeli emas dengan potensi kenaikan harga di kemudian hari.

Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram dibanderol Rp2.794.000 per gram atau melesat dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.772.000 per gram pada Minggu (31/5/2026) pukul 9.00 WIB.

Saat ini, ada cara untuk mengunci harga emas saat ini namun diraih dengan nominal yang lebih rendah dan dicicil atau disebut dengan cicil emas.

Metode cicil emas bisa menjadi pilihan saat ingin mendapatkan emas, namun tidak ingin mengeluarkan biaya besar di awal. Cicil emas bisa dilakukan hingga 36 bulan atau tiga tahun.

Cicil emas dilakukan dengan melakukan pembayaran cicilan selama periode tertentu. Jika harga emas meningkat, cicilan pun tidak akan turut naik. Saat cicilan lunas, emas tersebut bisa langsung diambil.

Salah satu aplikasi yang menyediakan cicil emas adalah BRImo dengan keuntungan transaksi emas dilakukan secara langsung, jangka waktu angsuran 3 hingga 36 bulan, dan tersedia berbagai merek emas dengan pilihan berat beragam.

Caranya cukup buka aplikasi BRImo, kemudian pilih investasi dan cicil emas. Selanjutnya bisa memilih kantor Pegadaian terdekat untuk menyimpan dan mengambil emas. Setelah itu bisa transaksi emas sesuai jumlah yang dipilih dan skema angsurannya.

(ras/ras) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Penanganan Jalan Amblas Lenteng Agung
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Fase Puncak Haji Rampung, Layanan di Mina Jadi Evaluasi
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Makanan Tradisional yang Disajikan saat Hari Raya Waisak dan Maknanya
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Foto: Skatepark Pasar Rebo Jadi Destinasi Olahraga dan Rekreasi Warga
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tangki Bahan Kimia Pecah di Pabrik Kertas AS, 11 Orang Tewas
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.