WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Iran telah memastikan tak akan membuat senjata nuklir.
Klaim Trump itu muncul setelah ia mengirimkan proposal perdamaian yang lebih keras kepada Teheran.
Trump mengatakan prioritasnya untuk setiap kesepakatan sudah termasuk menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Israel Rebut Kastel Beaufort di Lebanon, Invasi Terdalam Sejak 26 Tahun
Selain itu, Selat Hormuz yang diblokade Iran akan dibuka kembali.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara pada Sabtu (30/5/2026), yang disiarkan Fox News, dikutip dari France 24.
Namun, pandangan Iran tampaknya tak sesuai dengan klaim Trump. Iran disebut memiliki perbedaan pendapat mengenai prioritas utamanya.
Media Iran menyampaikan, pada negosiasi tersebut, Teheran menginginkan aset mereka yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS atau setara Rp213 triliun, sebelum melanjutkan pembicaraan substantif tentang isu-isu seperti program nuklirnya.
Pihak Iran menegaskan komentar Trump terkait uranium yang diperkaya akan dihancurkan dianggap tak berdasar.
Selain itu, Iran bersikeras bahwa Lebanon harus dilibatkan dalam setiap upaya mengakhiri perang, meskipun pertempuran masih berlangsung.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : France 24
- donald trump
- iran
- senjata nuklir
- proposal perdamaian





