Tel Aviv: Pasukan Israel menguasai Kastel Beaufort yang berusia sekitar 900 tahun beserta wilayah punggungan strategisnya di Lebanon selatan dalam operasi terbaru melawan kelompok Hizbullah.
Dikutip dari India Today, Minggu, 31 Mei 2026, militer Israel mengatakan operasi tersebut difokuskan untuk mengambil kendali atas Beaufort Ridge dan kawasan Wadi al-Saluki, sekaligus melemahkan infrastruktur Hizbullah yang disebut dibangun dengan dukungan Iran.
Operasi ini menjadi salah satu kemajuan terbesar Israel di Lebanon sejak gencatan senjata diumumkan lebih dari enam pekan lalu. Militer Israel menyebut satu tentaranya tewas dalam operasi tersebut.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon maupun Hizbullah terkait klaim penguasaan wilayah tersebut.
Pengambilalihan Kastel Beaufort dinilai memperdalam jejak militer Israel di Lebanon selatan di tengah masih aktifnya front konflik Israel-Hizbullah, meski gencatan senjata dalam konflik yang lebih luas dengan Iran masih berlaku.
Ketegangan kembali meningkat setelah Sabtu menjadi salah satu hari dengan serangan roket Hizbullah paling intens ke wilayah Israel utara sejak gencatan senjata April lalu.
Serangan itu memicu penutupan sekolah dan pembatasan aktivitas di sejumlah wilayah Israel utara. Menurut militer Israel, Hizbullah selama ini menggunakan kawasan Beaufort Ridge sebagai lokasi peluncuran serangan ke wilayah permukiman Israel.
Militer Israel menyebut ratusan proyektil ditembakkan dari kawasan tersebut ke arah warga sipil dan personel militer Israel.
Penguasaan Kastel Beaufort juga disebut memberi Israel titik pengawasan strategis yang menghadap sebagian besar Lebanon selatan dan Israel utara. Selain di Beaufort, pasukan Israel dilaporkan beroperasi di sekitar Nabatieh, wilayah yang dikenal sebagai salah satu basis kuat Hizbullah di Lebanon selatan.
Hizbullah sebelumnya ikut terlibat dalam konflik Iran-Israel dengan meluncurkan roket dan drone ke Israel pada 2 Maret lalu, beberapa hari setelah perang Iran dimulai.
Baca juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 9 Pengungsi Suriah, Termasuk 6 Anak-anak




