Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom R) menjelaskan maksud pernyataan Prabowo Subianto Presiden yang menginstruksikan semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis.
Katanya, instruksi tersebut mengacu pada perkembangan dunia dan dapat meningkatkan kemampuan bahasa, khususnya daya saing secara global.
“Kalau bahasa pertama kan ini kan dunia semakin global, artinya kan kita makin. Salah satu syarat untuk bisa maju kan tentunya kemampuan berbahasa,” kata Qodari di kantor Danantara di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Qodari menekankan, pembelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia sudah berjalan. Ia mencontohkan bahasa Inggris dan Mandarin yang sudah banyak diajarkan ke generasi penerus bangsa.
“Dan bahasa itu kan tidak harus satu bahasa saja, kan bisa opsional kan. Di berbagai sekolah, selain bahasa Indonesia sekarang juga sudah ada. Misalnya bahasa Mandarin, bahasa Inggris. Maksudnya selain bahasa Inggris juga ada bahasa Mandarin,” ujarnya.
Qodari menambahkan bahwa bahasa yang disebut Presiden Prabowo merupakan bahasa internasional yang relevan dengan perkembangan global.
Namun, ia menegaskan bahwa teknis pelaksanaan kebijakan tersebut akan menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Jadi saya kira bahasa-bahasa yang disebut oleh presiden kan bahasa-bahasa internasional. Dan karena itu bagaimana pengaturan teknisnya nanti harus kembali kepada Kemendikdasmen,” pungkasnya.
Sebelumnya Prabowo Subianto Presiden RI mengatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis.
“Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis. Melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo saat Upacara Penyambutan Resmi Kenegaraan di Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). (lea/saf/ham)



