BYD Luncurkan Cip Otonom 4 Nm, Apa Kelebihannya?

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, meluncurkan cip mengemudi otonom berukuran 4 nanometer (nm) bernama Xuanji A3. Teknologi terbaru tersebut diklaim menjadi cip otonom 4 nm pertama yang dikembangkan secara mandiri di China dan akan menjadi otak bagi sistem kendaraan pintar generasi berikutnya milik BYD.

Chief Executive Officer BYD Wang Chuanfu mengatakan cip tersebut memiliki kemampuan komputasi tinggi dengan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan produk sejenis di pasar.

"Di sini saya akan berbagi kabar baik yang sangat menggembirakan, hari ini, cip otomotif BYD yang ke-567 yaitu cip mengemudi otonom berdaya komputasi tinggi hadir. Inilah Xuanji A3 berukuran 4 nanometer yang sepenuhnya dikembangkan sendiri oleh BYD," kata Wang dalam acara peluncuran di Shenzhen, dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).

Lalu, apa keunggulan cip 4 nm tersebut?

Secara sederhana, nanometer merupakan satuan yang digunakan untuk menggambarkan ukuran transistor pada sebuah cip. Semakin kecil ukuran transistor, semakin banyak komponen yang dapat dimasukkan ke dalam cip dengan luas yang sama.

Kondisi tersebut memungkinkan cip memiliki kemampuan pemrosesan data yang lebih tinggi, respons lebih cepat, sekaligus konsumsi energi yang lebih rendah. Karena itu, teknologi semikonduktor 4 nm umumnya dianggap sebagai salah satu teknologi cip paling maju yang digunakan pada perangkat komputasi modern.

Baca Juga

  • Persaingan Mobil Listrik Kian Sengit, BYD Dibuntuti Jaecoo hingga Geely
  • Adu Spesifikasi BYD M6 DM PHEV vs Toyota Veloz Hybrid, Mana Lebih Unggul?
  • BYD M6 DM PHEV Diproduksi di Pabrik Subang, Segini Kisaran Harganya

Wang mengklaim Xuanji A3 mampu mengonsumsi daya sekitar 20% lebih rendah dibandingkan semikonduktor sejenis.

"Sebagai cip otonom 4 nm pertama di China yang dikembangkan sendiri, ini mewakili level tertinggi chip otonom China," ujarnya.

Dalam kendaraan pintar, kemampuan komputasi menjadi faktor krusial karena sistem harus memproses data dari berbagai sensor, kamera, radar, hingga LiDAR secara real time untuk membantu pengemudi mengambil keputusan dengan cepat dan aman.

BYD menyatakan cip tersebut akan menjadi fondasi bagi platform komputasi kendaraan generasi terbaru yang mengintegrasikan tiga fungsi utama kendaraan sekaligus, yakni kokpit cerdas, sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut atau advanced driver assistance system (ADAS), serta sistem penggerak kendaraan listrik.

Dengan arsitektur yang lebih terintegrasi, kendaraan dapat memproses data lebih efisien sekaligus mengurangi kebutuhan perangkat keras tambahan.

Keunggulan lainnya adalah rencana BYD untuk menghadirkan teknologi berkendara cerdas tidak hanya pada model premium, tetapi juga kendaraan dengan harga lebih terjangkau seperti Seagull dan Dolphin.

Perusahaan juga tengah mengembangkan sistem bantuan pengemudi berbasis model end-to-end tanpa peta digital. Pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA) ditargetkan mulai dilakukan pada September tahun ini.

"Kami punya kabar baik, hari ini, kami telah mencapai terobosan, ke depan akan ditingkatkan ke model end-to-end tanpa peta. Kami rencanakan pada bulan September tahun ini akan melakukan push melalui OTA. Jika berhasil, diperkirakan mulai Desember tahun ini akan didorong bertahap ke semua pengguna," kata Wang.

Selain itu, BYD berencana memperluas penggunaan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) atau sensor pemetaan berbasis laser ke model kendaraan nonpremium. Selama ini teknologi tersebut umumnya hanya tersedia pada mobil dengan harga lebih tinggi.

Langkah tersebut menunjukkan strategi BYD untuk mempercepat adopsi teknologi kendaraan pintar ke segmen pasar yang lebih luas, seiring meningkatnya persaingan kendaraan listrik dan sistem bantuan pengemudi di China.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelayat Silih Berganti Datangi Rumah Duka Ryamizard Ryacudu
• 10 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ryamizard Ryacudu
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertunjukan Kanye West dalam festival di Italia dibatalkan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
HNW Soroti Kasus Hanania Group: Harus Ganti Rugi-Cabut Izin
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Chromebook, Publik Diajak Fokus pada Fakta Persidangan
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.