Wina (ANTARA) - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi pada Sabtu (30/5) menyampaikan keprihatinan serius terkait laporan serangan drone terhadap sebuah bangunan turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia (ZNPP), seraya memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir sama seperti bermain api.
IAEA menyatakan pihaknya telah diberi tahu oleh ZNPP bahwa sebuah drone menghantam satu bangunan turbin di fasilitas tersebut sebelumnya pada hari yang sama, yang dilaporkan membuat salah satu dinding bangunan berlubang. Badan tersebut mengungkapkan terjadinya insiden itu dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
"Tidak boleh ada serangan apa pun dari atau terhadap fasilitas nuklir," kata Grossi, seraya menegaskan kembali seruannya untuk menahan diri agar tidak membahayakan keselamatan dan keamanan nuklir.
Dia menambahkan bahwa tim IAEA yang ditempatkan di PLTN tersebut telah meminta akses ke bangunan turbin yang terdampak untuk melakukan penilaian langsung atas kerusakan yang dilaporkan.
Menurut IAEA, insiden tersebut menandai serangan drone pertama di dalam perimeter ZNPP sejak April 2024.
PLTN Zaporizhzhia, salah satu fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa, telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022. Sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina, IAEA berulang kali memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas militer di sekitar lokasi tersebut dan menyerukan perlindungan terhadap infrastruktur nuklir.
IAEA menyatakan pihaknya telah diberi tahu oleh ZNPP bahwa sebuah drone menghantam satu bangunan turbin di fasilitas tersebut sebelumnya pada hari yang sama, yang dilaporkan membuat salah satu dinding bangunan berlubang. Badan tersebut mengungkapkan terjadinya insiden itu dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
"Tidak boleh ada serangan apa pun dari atau terhadap fasilitas nuklir," kata Grossi, seraya menegaskan kembali seruannya untuk menahan diri agar tidak membahayakan keselamatan dan keamanan nuklir.
Dia menambahkan bahwa tim IAEA yang ditempatkan di PLTN tersebut telah meminta akses ke bangunan turbin yang terdampak untuk melakukan penilaian langsung atas kerusakan yang dilaporkan.
Menurut IAEA, insiden tersebut menandai serangan drone pertama di dalam perimeter ZNPP sejak April 2024.
PLTN Zaporizhzhia, salah satu fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa, telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022. Sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina, IAEA berulang kali memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas militer di sekitar lokasi tersebut dan menyerukan perlindungan terhadap infrastruktur nuklir.





