Jakarta: Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, berlangsung penuh khidmat dan sarat pesan perdamaian. Dalam momentum tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama untuk menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi membangun kehidupan yang lebih harmonis.
Di hadapan ribuan umat Buddha yang mengikuti perayaan Waisak, Nasaruddin menekankan pentingnya mengendalikan ego sebagai jalan menuju kedamaian, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun dunia internasional.
Menurutnya, banyak persoalan dan konflik yang terjadi berawal dari ketidakmampuan manusia mengelola ego. Karena itu, ajaran agama memiliki peran penting dalam membentuk sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
"Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia," kata Nasaruddin Umar di lokasi.
Baca Juga :
Sukses Pukau Warga, Perayaan Waisak di Bundaran HI Panen ApresiasiPerayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Tak hanya menjadi perayaan keagamaan, Waisak juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Bhante Nyana Gupta mengatakan Waisak merupakan momentum untuk menghadirkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menumbuhkan cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama.
"Kita menekankan pentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek praktik umat Buddha yang dapat membawa perdamaian. Kehadiran Buddha hendaknya juga hadir dalam diri setiap orang," ungkap Bhante Nyana Gupta.
Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Waisak tahun ini berlangsung hampir satu bulan penuh dengan berbagai kegiatan sosial dan spiritual. Kegiatan tersebut mencakup aksi berbagi kepada masyarakat, pendalaman Dharma, hingga program yang melibatkan generasi muda.
Mengusung tema "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia" dengan subtema "Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego", perayaan ini menjadi pengingat bahwa nilai kebajikan, toleransi, dan cinta kasih dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Bhante Nyana Gupta juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Waisak yang berlangsung selama hampir satu bulan terinspirasi dari semangat penguatan spiritual yang dilakukan berbagai umat beragama. Selain pendalaman Dharma, kegiatan tersebut juga melibatkan anak-anak muda dan akan ditutup dengan agenda khusus bagi kalangan remaja.
Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama tahun ini tidak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menghadirkan pesan universal tentang pentingnya pengendalian diri, cinta kasih, dan perdamaian yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.




