Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar.
IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar selama bulan-bulan puncak permintaan musim panas.
Risiko tersebut akan meningkat jika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tidak kembali normal.
“Persediaan minyak global terkuras dengan kecepatan rekor sebagai respons terhadap hilangnya pasokan besar melalui Selat Hormuz,” kata kepala lembaga-lembaga tersebut dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, dilansir dari AFP pada Senin (1/6/2026).
“Jika arus pengiriman tidak kembali normal, penipisan persediaan minyak global yang cepat dan berkelanjutan menjelang puncak permintaan minyak musim panas di Belahan Bumi Utara akan menimbulkan peningkatan risiko bagi keamanan pasokan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi yang lebih luas," ujar mereka.
Musim panas di Belahan Bumi Utara berlangsung pada Juni-Agustus.
Perang yang dilancarakan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah mengguncang Timur Tengah. Tindakan pembalasan Teheran mencakup penutupan Selat Hormuz yang biasanya dilalui seperlima pasokan energi global.
Pada April, kepala IMF, Bank Dunia, dan IEA mengumumkan bahwa mereka membentuk kelompok untuk mengoordinasikan respons lembaga-lembaga tersebut terhadap krisis, khususnya untuk ekonomi yang rentan.
Dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, mereka kembali menyoroti bahwa lonjakan harga energi dan pupuk akibat perang berdampak tidak proporsional pada negara-negara berpenghasilan rendah.
“Harga pupuk yang lebih tinggi menjadi perhatian khusus karena banyak negara memasuki musim tanam,” kata mereka. (Wahyu Dwi Anggoro)





