IMF dan Bank Dunia Peringatkan Risiko Krisis Bahan Bakar Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar.

IMF dan Bank Dunia Peringatkan Risiko Krisis Bahan Bakar Jika Selat Hormuz Tak Dibuka. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar selama bulan-bulan puncak permintaan musim panas.

Risiko tersebut akan meningkat jika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tidak kembali normal.

Baca Juga:
AS Jatuhkan Sanksi ke Badan Pengelola Selat Hormuz Bentukan Iran

“Persediaan minyak global terkuras dengan kecepatan rekor sebagai respons terhadap hilangnya pasokan besar melalui Selat Hormuz,” kata kepala lembaga-lembaga tersebut dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, dilansir dari AFP pada Senin (1/6/2026).

“Jika arus pengiriman tidak kembali normal, penipisan persediaan minyak global yang cepat dan berkelanjutan menjelang puncak permintaan minyak musim panas di Belahan Bumi Utara akan menimbulkan peningkatan risiko bagi keamanan pasokan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi yang lebih luas," ujar mereka.

Baca Juga:
Selat Hormuz Hanya Dilintasi Rata-Rata 6 Kapal per Hari sejak Perang Pecah

Musim panas di Belahan Bumi Utara berlangsung pada Juni-Agustus.

Perang yang dilancarakan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah mengguncang Timur Tengah. Tindakan pembalasan Teheran mencakup penutupan Selat Hormuz yang biasanya dilalui seperlima pasokan energi global. 

Baca Juga:
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Bantu Iran Kendalikan Selat Hormuz

Pada April, kepala IMF, Bank Dunia, dan IEA mengumumkan bahwa mereka membentuk kelompok untuk mengoordinasikan respons lembaga-lembaga tersebut terhadap krisis, khususnya untuk ekonomi yang rentan.  

Dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, mereka kembali menyoroti bahwa lonjakan harga energi dan pupuk akibat perang berdampak tidak proporsional pada negara-negara berpenghasilan rendah.

“Harga pupuk yang lebih tinggi menjadi perhatian khusus karena banyak negara memasuki musim tanam,” kata mereka. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Agum Gumelar kenang Ryamizard sebagai sosok tegas namun humanis
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Ketum Rekat Indonesia Kenang Ryamizard: Selalu Semangat Jaga NKRI
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Momen di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Saat Seskab Teddy Melihat Megawati Minta Digandeng Prabowo
• 30 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Megawati-Prabowo 'Mesra' di Hari Lahir Pancasila, Ini Kata PDIP
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Jalan Amblas di Lenteng Agung Ditargetkan Beroperasi Normal Awal Pekan Depan
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.