JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M Qodari, menyebut instruksi Presiden untuk menambahkan Bahasa Prancis ke dalam kurikulum sekolah merupakan upaya meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.
Menurutnya, Bahasa Prancis termasuk bahasa internasional yang dapat menjadi pilihan tambahan bagi peserta didik, sebagaimana bahasa asing lain yang telah diajarkan di sekolah.
Adapun pengaturan teknis terkait penerapannya diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Qodari menjelaskan, semakin banyak pilihan bahasa asing yang dipelajari, semakin besar pula peluang siswa untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing global.
Ia menilai bahasa-bahasa internasional yang pernah disebut Presiden dapat menjadi mata pelajaran pilihan sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing sekolah.
Karena itu, keputusan terkait kurikulum dan mekanisme pelaksanaannya tetap menjadi kewenangan pemerintah di bidang pendidikan.
Selain itu, Qodari juga merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai banyaknya kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dan anggaran yang digunakan.
Ia menegaskan setiap lawatan Presiden selalu mempertimbangkan asas manfaat bagi negara, termasuk menghasilkan berbagai kerja sama strategis.
Menurutnya, kunjungan Presiden ke Prancis menghasilkan sejumlah peluang kerja sama, mulai dari sektor pertahanan hingga program lainnya, serta memperkuat hubungan Indonesia dengan para pemimpin dunia yang dinilai dapat memberikan keuntungan diplomatik bagi kepentingan nasional.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- BAKOM RI
- DINO PATTI DJALAL
- BAHASA PRANCIS




