NAYPYIDAW – Sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas, termasuk enam anak-anak, setelah terjadi ledakan besar di lokasi penyimpanan bahan peledak pertambangan di wilayah utara Myanmar yang berada di bawah kendali kelompok pemberontak etnis.
Insiden maut tersebut terjadi pada Minggu 31 Mei 2026, di dekat Desa Gonde, Kecamatan Namkham, bagian utara Negara Bagian Shan.
Dilansir dari bnonews, Senin (1/6/2026). Informasi dari Front Pembebasan Negara Palaung/Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang atau Palaung State Liberation Front yang menguasai kawasan tersebut. Selain menewaskan puluhan orang, ledakan juga menyebabkan banyak warga mengalami luka-luka. Hingga kini, jumlah korban cedera masih terus didata oleh otoritas setempat.
Dalam pernyataannya, PSLF/TNLA menjelaskan bahwa ledakan berasal dari bahan peledak emulsi yang disimpan oleh departemen ekonomi kelompok tersebut untuk keperluan operasional pertambangan.
Kelompok bersenjata itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan investigasi tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.




