Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari penjelasan resmi Taspen soal pencairan Gaji ke-13 dan tunjangan PNS 2026 hingga APBN aman meski rupiah melemah.
Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Penjelasan Resmi Taspen soal Pencairan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026
Memasuki pertengahan 2026, sudah banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai pencairan gaji ke-13 2026 bagi Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan. Pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) mengacu pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 9 Tahun 2026.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Gaji ke-13 PNS Bakal Cair 2 Juni 2026, Segini Besaran Gaji yang Diterima!
Corporate Secretary Taspen Henra resmi mengumumkan jadwal pencairan gaji ke-13 dan tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN pada 2 Juni 2026.
Baca berita selengkapnya di sini.
3. Kapan Insentif Mobil dan Motor Listrik Cair? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan insentif mobil dan motor listrik yang mulai diterapkan pada Juni 2026. Insentif yang diberikan dalam bentuk pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) yaitu subsidi pembelian kendaraan listrik.
Baca berita selengkapnya di sini.
Baca juga: Top Ekonomi Sepekan: Daftar Lengkap Pinjol Resmi yang Terdaftar di OJK
4. Per 1 Juni, Eksportir SDA Wajib Pulangkan Devisa 100% hingga Menempatkan di Bank Himbara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membeberkan ketentuan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2026 sebagai perubahan atas PP Nomor 36 Tahun 2023.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. APBN Aman Meski Rupiah Melemah, Purbaya: Saya Fokus Jaga Ekonomi Tumbuh Kuat!
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi yang aman meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Baca berita selengkapnya di sini.




