Strategi DPLK Avrist Jaga Return Investasi di Tengah Gejolak Global

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist membeberkan sederet strategi dalam menjaga Return on Investment (ROI) di tengah ketidakpastian geopolitik global.

President Director DPLK Avrist, Firmansyah menyampaikan selain ketidakpastian geopolitik global, tantangan lain adalah arah kebijakan suku bunga, volatilitas pasar keuangan, serta potensi perlambatan ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja investasi maupun arus iuran dana pensiun.

Oleh sebab itu, DPLK Avrist berkomitmen untuk menghasilkan return yang optimal secara konsisten dengan risiko yang terukur, sesuai karakteristik dana pensiun sebagai instrumen jangka panjang.

“Untuk itu, strategi yang kami lakukan antara lain mengelola durasi obligasi secara aktif sesuai siklus suku bunga, melakukan optimalisasi komposisi portofolio pada instrumen yang memberikan risk-adjusted return terbaik,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Kemudian, imbuhnya, menjaga kualitas kredit instrumen investasi, memastikan likuiditas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pembayaran manfaat peserta, dan melakukan evaluasi dan monitoring portofolio secara berkala terhadap perubahan kondisi pasar.

“Meski ada tantangan, kami tetap optimistis karena fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dan kebutuhan masyarakat terhadap program pensiun akan terus meningkat dalam jangka panjang,” tegas Firmansyah.

Baca Juga

  • Putar Otak Dana Pensiun Jaga Keberlanjutan Nilai Aset 2026
  • Sederet Tantangan Dana Pensiun Terapkan Life Cycle Fun (LCF)
  • OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Syariah Dapersi

Dikatakan Firmansyah, secara umum kinerja investasi DPLK Avrist masih berada dalam koridor target dan benchmark masing-masing paket investasi yang dikelola. 

Perlu diketahui, investasi DPLK Avrist bersifat participant-directed investment. Artinya, peserta atau perusahaan memiliki pilihan paket investasi sesuai profil risiko dan kebutuhannya. Sebab itu, kinerja masing-masing fund dapat berbeda sesuai karakteristik portofolionya. 

Adapun, saat ini dana kelolaan DPLK Avrist mayoritas ditempatkan pada instrumen pasar uang (money market), obligasi pemerintah, obligasi korporasi berkualitas investasi (investment grade), dan instrumen syariah untuk fund berbasis syariah.

“DPLK Avrist saat ini tidak memiliki fund berbasis saham sehingga volatilitas portofolio relatif lebih terjaga dibandingkan instrumen yang lebih agresif,” pungkas Firmansyah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lepas Kepulangan Kloter Perdana Jemaah Haji Hingga Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah |KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Sebut Draf Kesepakatan dengan Iran Tegas soal Larangan Senjata Nuklir
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Disalatkan di Rumah Duka Cikeas
• 19 jam laludetik.com
thumb
John Herdman Mau GBK Jadi Benteng Menakutkan Tim Asia, Ini Target Besar Timnas Indonesia di FIFA Matchday dan Piala AFF 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak Sulit Mengontrol Emosi? Ternyata Pola Asuh Bisa Menjadi Penyebabnya
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.