PARIS, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut situasi di Paris mulai terkontrol setelah diterpa kerusuhan sejak Sabtu (30/5/2026) lalu. Pihak berwenang disebutnya menangkap ratusan orang terkait kerusuhan.
Kerusuhan di Paris dilaporkan terjadi setelah peluit panjang pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint Germain (PSG) vs Arsenal di Budapest, Hungaria, Sabtu malam waktu setempat.
Nunez menyatakan kerusuhan umumnya terjadi di daerah Champs Elysees dan area dekat Stadion Parc des Princes, tempat suporter PSG menggelar acara nonton bareng.
Per Minggu (31/5/2026), Nunez menyebut 780 orang ditangkap di Paris dan kota-kota lain pasca-kerusuhan. Sebanyak 57 aparat kepolisian juga terluka, sebagian besar mengalami luka ringan.
Baca Juga: Gagal Bawa Arsenal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Akui PSG Tim Terbaik di Dunia
Nunez menyatakan situasi berangsur kondusif ketika PSG menggelar perayaan di area Menara Eiffel, Minggu. Sebanyak 100.000 suporter dilaporkan menghadiri perayaan tersebut.
"Situasi secara umum telah terkontrol. Sebagian besar perayaan yang digelar berangsung damai," katanya, dikutip Associated Press.
Dia menyebut sejumlah pertokoan dirusak selama kerusuhan di Paris. Suporter juga disebut sempat berupaya memblokade jalan raya, tetapi dibubarkan polisi.
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Paris menyatakan 306 orang ditahan secara resmi usai kerusuhan tersebut, 81 orang masih di bawah umur.
Ratusan orang itu ditangkap atas tuduhan menyerang aparat kepolisian, vandalisme, pencurian, hingga mengganggu ketertiban umum.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- kerusuhan paris
- psg
- kerusuhan suporter psg
- paris saint germain
- Liga Champions
- Emmanuel Macron





