AMPHURI Minta Pelunasan Haji Khusus 2027 Dipercepat, Aturan dari Arab Saudi Semakin Ketat

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta pemerintah mempercepat proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus 2027.

Pasalnya, hal ini penting agar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memiliki waktu yang cukup untuk memenuhi seluruh tahapan penyelenggaraan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Permintaan itu muncul seiring penerapan jadwal penyelenggaraan haji musim 1448 Hijriah/2027 yang lebih ketat. Keterlambatan dalam proses persiapan dikhawatirkan dapat memengaruhi peluang mendapatkan layanan terbaik bagi jamaah Indonesia, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan di kawasan Masyair.

Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M Nur, menegaskan percepatan pelunasan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas pelayanan jamaah.

"Fokus utama kami adalah pelayanan jamaah. Semakin cepat proses pelunasan dilakukan, semakin besar peluang PIHK mendapatkan layanan terbaik dan memberikan kepastian kepada jamaah sejak awal," ujar Firman usai mengikuti Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji Khusus 1447 H/2026 dan Persiapan Haji 1448 H/2027 di Kantor Urusan Haji Republik Indonesia di Jeddah, dikutip Senin (1/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Firman hadir bersama Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakaria Anshari, serta Bendahara Umum AMPHURI, Ita Puspitawati Jayadi.

Pertemuan itu dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf, didampingi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Muhammad Ian, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Tuti Rochanah, serta Kepala Kantor Urusan Haji Jeddah Ilham. Rapat juga dihadiri perwakilan asosiasi penyelenggara haji dan umrah nasional yang mewakili PIHK Indonesia.

Firman menjelaskan, penerapan sistem baru berbasis platform Nusuk Masar membuat seluruh tahapan penyelenggaraan haji harus mengikuti tenggat waktu yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Kondisi tersebut menuntut PIHK memperoleh kepastian lebih awal untuk menyelesaikan kontrak layanan, menentukan hotel, menyiapkan manifest jamaah, serta memenuhi berbagai kebutuhan operasional di Arab Saudi.

Dalam forum evaluasi tersebut, AMPHURI turut mengusulkan agar mekanisme pelunasan Haji Khusus tidak lagi bergantung pada tahapan pelunasan Haji Reguler. Menurut organisasi itu, skema yang lebih fleksibel akan memudahkan PIHK bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan jadwal yang telah ditetapkan otoritas Arab Saudi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kiandra Ramadhipa Sempat Tembus 5 Besar, Tapi Nasib Berubah di Tikungan Terakhir Mugello
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Klasemen Moto2 2026 Usai GP Italia: Manuel Gonzalez Tak Tersentuh di Puncak, Mario Aji di Papan Bawah
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Dikabarkan Kawal 70 Kapal Dagang di Selat Hormuz di Tengah Upaya Redakan Ketegangan dengan Iran
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Harga Pertamina Dex dan Dexlite Turun Mulai 1 Juni 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis, Qodari: Kemampuan Berbahasa Salah Satu Syarat untuk Maju
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.