jpnn.com, JAKARTA - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengenang sosok mendiang mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai sahabat yang negawaran dan selalu meminta kepentingan rakyat.
Megawati mengatakan ketika dirinya menjabat sebagai Presiden kelima RI, Ryamizard mengemban amanah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
BACA JUGA: Gatot Nurmantyo Mengenang Kepemimpinan Ryamizard Ryacudu yang Membekas
Dalam berbagai kesempatan, kata Megawati, Ryamizard memperlihatkan sikap kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
Contohnya, kata dia, Ryamizard sigap ketika diminta Wapres kedelapan RI itu menangani bencana di Aceh.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ryamizard Ryacudu
Terutama, terkait pembangunan jembatan penghubung wilayah.
"Dengan sigap beliau langsung membantu dengan mengerahkan batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat tersebut, sehingga akses masyarakat dapat segera pulih," ujar Megawati dalam keterangan persnya, Senin (1/6).
BACA JUGA: KSP Dudung: Almarhum Ryamizard Selalu Ingatkan Prajurit untuk Cintai Rakyat
Bagi dia, tindakan cepat Ryamizard menangani bencana Aceh menandakan eks Pangkostrad itu prajurit sejati yang selalu hadir untuk rakyat.
"Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara," kata Megawati.
Megawati pun mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ryamizard pada Minggu (30/5) kemarin.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu," ujarnya.
Megawati pun menyampaikan salam perpisahan kepada sahabat lamanya yang meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 76 itu.
"Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia," pungkas Megawati sambil terisak penuh haru. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Berita Dukacita, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




