Jakarta: Duduk sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Mulai dari bekerja di depan komputer, belajar, berkendara, hingga menikmati hiburan melalui gawai, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk. Namun, di balik kebiasaan yang terlihat sepele ini, sejumlah penelitian menunjukkan adanya risiko kesehatan serius jika dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus.
Bahkan, berbagai studi menemukan bahwa terlalu lama duduk berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, gangguan kardiovaskular, hingga kematian dini.
Baca Juga :
Kasus Kanker Payudara Tinggi, Ini Cara SADARI yang Benar-Tips KesehatanSelama masa pemantauan rata-rata 11,1 tahun, tercatat 6.233 kasus kematian dan 5.696 kejadian penyakit kardiovaskular utama, termasuk 1.792 kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk selama enam hingga delapan jam per hari memiliki risiko kematian dini dan penyakit jantung sekitar 12 hingga 13 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang duduk lebih sedikit. Risiko tersebut bahkan meningkat hingga 20 persen pada individu yang duduk lebih dari delapan jam setiap hari. Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Duduk Terlalu Lama? Melansir Lakesma FKUB, duduk terlalu lama dapat memperlambat aliran darah, menurunkan aktivitas otot, serta mengurangi pembakaran kalori. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu proses metabolisme tubuh.
Gaya hidup minim gerak (sedentary lifestyle) juga dapat memicu resistensi insulin, mengganggu keseimbangan kadar kolesterol, mengurangi suplai darah ke otak, serta berdampak negatif pada kesehatan mental.
Akibat gangguan metabolisme tersebut, risiko berbagai penyakit degeneratif dan kronis ikut meningkat. Berdasarkan data dari American Cancer Society, orang yang duduk lebih dari enam jam per hari saat waktu luang memiliki risiko kematian 19 persen lebih tinggi akibat komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, hingga gangguan organ dalam. Cara Mengurangi Risiko Akibat Terlalu Lama Duduk Masih mengacu pada rekomendasi Lakesma FKUB, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari kebiasaan duduk terlalu lama, antara lain:
- Berdiri dan melakukan peregangan setiap 30–60 menit.
- Berjalan kaki selama sekitar lima menit setiap jam.
- Berolahraga secara rutin minimal 150 menit per minggu.
- Mengurangi waktu duduk yang tidak diperlukan di luar jam kerja.
- Beristirahat dari posisi duduk setiap 30 menit.
- Melakukan peregangan ringan secara berkala.
- Menyesuaikan tinggi monitor agar sejajar dengan pandangan mata.
- Menggunakan kursi yang menopang punggung dengan baik.
- Menyesuaikan tinggi meja dan kursi agar posisi tubuh tetap ergonomis saat bekerja.
Baca Juga :
Nah, meski duduk merupakan aktivitas yang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk tetap aktif bergerak di sela-sela aktivitas. Perubahan kecil seperti berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kesehatan jangka panjang akibat gaya hidup sedentari.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)




