Banjar, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi siap kucurkan anggaran besar untuk membangun Kota Banjar.
Dedi Mulyadi janji menargetkan pembangunan infrastruktur yang representatif agar wajah Jawa Barat di perbatasan tidak kalah dengan provinsi tetangganya Jawa Tengah.
Hal itu diungkap Dedi saat memberikan sambutan dalam ibadah shalat Idul Adha di kawasan Mekarharja, Kota Banjar, Jawa Barat pada Rabu (27/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa KDM ini menyampaikan evaluasi anggaran daerah, khususnya di Kota Banjar.
- wikipedia
KDM mengatakan Kota Banjar merupakan kota terkecil di Jawa Barat dengan keterbatasan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengaku sangat memahami beban berat yang dipikul oleh Wali Kota Banjar yang kesulitan melakukan pembangunan akibat keterbatasan fiskal daerah.
“Kota Banjar ini sumber pendapatannya kecil, dana bagi hasil berkurang. Bahkan mobil dinas wali kotanya saja ada yang berasal dari hibah gubernur. Karena itu pemimpin harus surti (peka). Kehadiran saya di sini untuk memberikan solusi nyata,” ujar KDM.
Namun, mengingat posisi geografis Mekarharja yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, KDM menargetkan pembangunan infrastruktur yang representatif agar wajah Jawa Barat di perbatasan tidak kalah dengan provinsi tetangga.
Pemprov Jabar akan mengusung skema besar bertajuk “Lembur Diurus, Kota Ditata” dalam pembangunan di Kota Banjar tersebut.
KDM menegaskan, mulai tahun anggaran 2027 Pemprov Jabar akan melakukan intervensi masif untuk memperbaiki jalan-jalan desa dan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) standar provinsi melalui dua skenario: pembangunan langsung oleh dinas provinsi atau melalui instrumen Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa.
Prioritas utama diberikan kepada desa-desa dengan akses jalan yang rusak parah
Selain infrastruktur jalan, KDM berjanji memberikan stimulus perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi warga miskin.
Namun, ia menekankan agar arsitekturnya mengadopsi kembali konsep rumah panggung tradisional Sunda, menggunakan bilik bambu yang dinilainya memiliki harkat, martabat, dan nilai estetika tinggi.
KDM juga berkomitmen mengalokasikan anggaran pribadi/daerah untuk memperbaiki Surau (Tajug) Al-Hikmah di Mekarharja dengan konsep arsitektur lokal yang ramah biaya perawatan bagi warga sekitar. (muu)




