JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat sekaligus mantan Menteri Pertahanan, Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (1/6/2026). Almarhum Ryamizard meninggal dunia pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat atau RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Presiden Prabowo tiba di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sekitar pukul 08.25. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran Presiden Prabowo dinilai sebagai wujud nyata penghargaan serta penghormatan negara atas jasa dan pengabdian Ryamizard kepada bangsa dan negara.
Selanjutnya, Presiden Prabowo memasuki Gedung Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan. Presiden kemudian menuju Ruang Hening untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dalam suasana yang khidmat, Kepala Negara tampak berdiri sejenak di hadapan jenazah dan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang Ryamizard.
Saya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum.
Sebelum kedatangan Presiden, jenazah Ryamizard Ryacudu telah tiba terlebih dahulu di Kantor Kemenhan pada pukul 07.35 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika. Adapun upacara persemayaman ini dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan yang bertindak selaku inspektur upacara.
Setelah seluruh rangkaian upacara persemayaman selesai, jenazah almarhum dilepas dari Kemenhan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Pelepasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir sebelum almarhum dimakamkan secara militer.
Sesampainya di TMP Nasional Utama Kalibata, jenazah dimakamkan melalui prosesi upacara militer yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku inspektur upacara. Dalam prosesi tersebut, Menhan Sjafrie membacakan naskah Apel Persada sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara kepada almarhum.
”Saya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum,” ujar Sjafrie.
Sjafrie juga menyampaikan doa agar pengabdian mendiang Jenderal (Purn) Ryamizard dapat menjadi teladan bagi para generasi penerus bangsa. "Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar," tuturnya.
Berdasarkan riwayat hidup singkat yang dibacakan dalam upacara pemakaman, Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Ia merupakan putra dari Mayjen TNI (Purn) Musanif Ryacudu. Ryamizard mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto pada hari Minggu pukul 14.03 WIB.
Semasa hidupnya, Ryamizard dikenal sebagai tokoh militer yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun di lingkungan TNI. Ia pernah mengemban amanah strategis, mulai dari Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999-2000), Pangkostrad (2000-2002), hingga menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2002–2005. Pengabdiannya bagi negara berlanjut ketika ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI pada 2014–2019.
Atas jasa dan dedikasinya, Ryamizard tercatat menerima puluhan tanda kehormatan kenegaraan, di antaranya Bintang Mahaputra Adipradana, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Utama.





