Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hal itu disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin.
“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpentingnya adalah rakyat menjadi orientasi kebijakan dan pihak yang menerima manfaat tertinggi dari pendayagunaan seluruh kekayaan negara,” kata Hasto.
Menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi para pengambil kebijakan agar masyarakat lapisan bawah tidak terpinggirkan dari manfaat pembangunan dan kekayaan alam Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo tegaskan pembangunan ekonomi harus sesuai Pancasila
Hasto menjelaskan penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam oleh negara harus diarahkan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sesuai amanat konstitusi.
Ia menegaskan negara tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam daerah demi kepentingan kelompok tertentu, sementara masyarakat setempat masih menghadapi kesulitan ekonomi.
Selain itu, Hasto menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus disertai evaluasi terhadap pelaksanaan keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus disertai kontemplasi dan pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita,” ujarnya.
Baca juga: Presiden: Pancasila pedoman untuk mengatur sistem ekonomi nasional
Ia juga menyoroti pergeseran demokrasi ekonomi yang menurutnya semakin sentralistis sehingga berpotensi mengurangi ruang bagi kedaulatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Hasto mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari semangat membebaskan rakyat dari berbagai bentuk penjajahan dan penindasan.
“Pancasila mengandung tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah harus menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan ekonomi.
Baca juga: Prabowo pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Karena itulah pesan Ibu Mega, jadilah banteng-banteng sejati yang membela setiap rakyat yang tertindas di seluruh lapisan Indonesia,” ujar Hasto.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila itu juga dihadiri langsung oleh antara lain Ganjar Pranowo, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Charles Honoris, Darmadi Durianto, Deddy Sitorus, Mercy Chriesty Barends, Bintang Puspayoga, Yasonna Laoly, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, dan Yuke Yurike. Sedangkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengikuti upacara secara daring.
Hal itu disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin.
“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpentingnya adalah rakyat menjadi orientasi kebijakan dan pihak yang menerima manfaat tertinggi dari pendayagunaan seluruh kekayaan negara,” kata Hasto.
Menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi para pengambil kebijakan agar masyarakat lapisan bawah tidak terpinggirkan dari manfaat pembangunan dan kekayaan alam Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo tegaskan pembangunan ekonomi harus sesuai Pancasila
Hasto menjelaskan penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam oleh negara harus diarahkan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sesuai amanat konstitusi.
Ia menegaskan negara tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam daerah demi kepentingan kelompok tertentu, sementara masyarakat setempat masih menghadapi kesulitan ekonomi.
Selain itu, Hasto menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus disertai evaluasi terhadap pelaksanaan keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus disertai kontemplasi dan pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita,” ujarnya.
Baca juga: Presiden: Pancasila pedoman untuk mengatur sistem ekonomi nasional
Ia juga menyoroti pergeseran demokrasi ekonomi yang menurutnya semakin sentralistis sehingga berpotensi mengurangi ruang bagi kedaulatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Hasto mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari semangat membebaskan rakyat dari berbagai bentuk penjajahan dan penindasan.
“Pancasila mengandung tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah harus menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan ekonomi.
Baca juga: Prabowo pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Karena itulah pesan Ibu Mega, jadilah banteng-banteng sejati yang membela setiap rakyat yang tertindas di seluruh lapisan Indonesia,” ujar Hasto.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila itu juga dihadiri langsung oleh antara lain Ganjar Pranowo, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Charles Honoris, Darmadi Durianto, Deddy Sitorus, Mercy Chriesty Barends, Bintang Puspayoga, Yasonna Laoly, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, dan Yuke Yurike. Sedangkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengikuti upacara secara daring.





