Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan menemukan satu korban wisatawan yang terseret ombak Pantai Seruni Payangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin.
"Memasuki hari ketiga Operasi SAR terhadap dua orang yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kami berhasil menemukan satu korban," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jember.
Menurutnya korban yang ditemukan atas nama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB setelah sebelumnya Tim SAR menerima informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," tuturnya.
Setelah dilakukan pengecekan dan proses evakuasi, korban berhasil dievakuasi pada koordinat 08°26'25.909"S - 113°34'56.435"E atau sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian hilangnya korban ke arah 161 derajat.
"Selanjutnya jenazah korban kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut dan dimakamkan," katanya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan operasi pencarian tersebut.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan operasi pencarian dua wisatawan di Pantai Seruni Payangan melibatkan berbagai unsur SAR yang terdiri dari Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.
Operasi SAR didukung dengan berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, peralatan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya.
"Pencarian terhadap korban kedua yakni Rifki masih terus dilaksanakan oleh Tim SAR gabungan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," katanya.
Edy mengimbau agar masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, terutama pada kondisi gelombang dan arus yang cukup kuat seperti yang terjadi di wilayah perairan selatan Kabupaten Jember.
Sebelumnya kakak beradik Barokatul Hidayat dan Rifki berwisata di Pantai Seruni Payangan pada Sabtu (30/5), kemudian keduanya mandi dan berenang di sekitar pantai hingga terseret ombak pantai selatan Jember itu yang dilaporkan hilang.
Baca juga: Tim SAR temukan korban tenggelam di Pantai Payangan Jember
Baca juga: Korban kedua terseret ombak Pantai Ampenan ditemukan meninggal
Baca juga: SAR temukan korban terakhir yang hilang terseret ombak Pantai Modangan
"Memasuki hari ketiga Operasi SAR terhadap dua orang yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kami berhasil menemukan satu korban," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jember.
Menurutnya korban yang ditemukan atas nama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB setelah sebelumnya Tim SAR menerima informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," tuturnya.
Setelah dilakukan pengecekan dan proses evakuasi, korban berhasil dievakuasi pada koordinat 08°26'25.909"S - 113°34'56.435"E atau sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian hilangnya korban ke arah 161 derajat.
"Selanjutnya jenazah korban kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut dan dimakamkan," katanya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan operasi pencarian tersebut.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan operasi pencarian dua wisatawan di Pantai Seruni Payangan melibatkan berbagai unsur SAR yang terdiri dari Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.
Operasi SAR didukung dengan berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, peralatan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya.
"Pencarian terhadap korban kedua yakni Rifki masih terus dilaksanakan oleh Tim SAR gabungan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," katanya.
Edy mengimbau agar masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, terutama pada kondisi gelombang dan arus yang cukup kuat seperti yang terjadi di wilayah perairan selatan Kabupaten Jember.
Sebelumnya kakak beradik Barokatul Hidayat dan Rifki berwisata di Pantai Seruni Payangan pada Sabtu (30/5), kemudian keduanya mandi dan berenang di sekitar pantai hingga terseret ombak pantai selatan Jember itu yang dilaporkan hilang.
Baca juga: Tim SAR temukan korban tenggelam di Pantai Payangan Jember
Baca juga: Korban kedua terseret ombak Pantai Ampenan ditemukan meninggal
Baca juga: SAR temukan korban terakhir yang hilang terseret ombak Pantai Modangan





