Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar DPP PDI Perjuangan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Dalam pidatonya, Hasto menyinggung sejumlah hal. Termasuk peringatan ini dinilai sebagai momentum untuk mengingat kembali Pancasila.
"Peringatan hari lahir Pancasila merupakan momentum yang sangat penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan terhadap dasar negara yang telah mempersatukan Indonesia sejak awal kelahirannya. Pancasila bukan hanya falsafah pandangan hidup dasar dan tujuan bernegara. Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan," kata Hasto.
Masih dalam sambutannya, Hasto pun menyinggung soal pentingnya mengapresiasi kritik. Menurut dia, PDIP belajar hal tersebut ketika berada di dalam Pemerintahan.
"Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini. Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," tegasnya.
Dia menambahkan, peringatan hari lahir Pancasila harus disertai dengan kontemplasi, disertai dengan setidaknya 3 pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita.
Pertanyaan pertama, apakah falsafah dan nilai-nilai Pancasila telah benar-benar dipahami sebagai landasan kebijakan politik terpenting dari negara.
Pertanyaan kedua, apakah demokrasi politik dan ekonomi benar-benar hadir sebagai jalan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno di dalam pidato 1 Juni 1945
Serta pertanyaan ketiga, apakah Indonesia kini dipimpin oleh ide dan gagasan kolektif yang telah membentuk lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau dipimpin oleh gagasan orang per orang sehingga meminggirkan kehendak kolektif rakyat.
Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut itu, Hasto mengingatkan soal falsafah serta sejarah pemikiran lahirnya Pancasila.
"Memperingati hari lahirnya Pancasila selain harus diawali dengan pemahaman terhadap keseluruhan falsafahnya, juga memahami sejarah pemikiran yang telah membentuknya," ucapnya.
Di hadapan kader PDIP, Hasto juga menyerukan agar mereka tidak takut bersuara dalam mengkritik kondisi demokrasi dan hukum di Indonesia.
“Jadi, jangan takut bersuara,” tegas Hasto.





