Ratusan Umat Buddha Ikuti Ritual Pradaksina pada Perayaan Waisak 2570 BE di Surabaya

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Lebih dari 500 umat Buddha memadati Vihara Dhamma Jaya, kawasan Bulu Jaya, Surabaya, untuk mengikuti rangkaian peringatan detik-detik Trisuci Waisak 2570 BE/2026 pada Minggu (31/5). Salah satu momen paling sakral dan menjadi pusat perhatian dalam ibadah tahunan kali ini adalah pelaksanaan tradisi ritual Pradaksina.

Ritual ini merupakan bentuk penghormatan spiritual tertinggi dalam ajaran Buddha. Dalam pelaksanaannya, ratusan umat berjalan tanpa alas kaki dengan mengenakan pakaian seragam, yakni atasan putih dan bawahan hitam, yang melambangkan kemurnian hati dan niat yang tulus.

Prosesi dimulai dengan barisan depan yang dipimpin oleh para Bhikkhu dan Pandita, diikuti beriringan oleh seluruh umat. Mereka berjalan perlahan mengelilingi kompleks vihara sebanyak tiga kali searah jarum jam. Dalam keheningan yang penuh kekhusyukan, para peserta membawa bendera Merah Putih, bendera Buddhis, lilin, bunga, buah-buahan persembahan, hingga bunga sedap malam. Sambil berjalan, mereka melantunkan Paritta atau doa-doa suci dengan sikap Anjali, tangan terkatup di dada.

Gerakan mengelilingi vihara searah jarum jam ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Arah tersebut melambangkan pergerakan matahari yang diartikan sebagai simbol keberuntungan, harmoni, serta jalan menuju masa depan yang lebih cerah. Konsep ini juga memiliki kaitan erat dengan simbol Swastika dalam ajaran Buddha, yang mewakili keseimbangan dan keberuntungan semesta.

Pendiri Vihara Dhamma Jaya Surabaya, Romo Widya Kusuma, menjelaskan bahwa ritual Pradaksina ini diadakan sebagai wujud penghormatan tertinggi sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Sang Buddha atas segala ajaran luhur yang telah diberikan bagi umat manusia.

"Perayaan Hari Suci Waisak itu merupakan momentum suci untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, yaitu memperingati kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan Parinibbāna atau wafat," ujar Romo Widya Kusuma saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Romo Widya menegaskan, peringatan Waisak tahun ini mengusung pesan mendalam untuk mengajak seluruh umat maupun masyarakat luas kembali merenungkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini dinilai sangat penting mengingat kondisi dunia saat ini yang masih dihadapkan pada berbagai persoalan dan ancaman perpecahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dipimpin Menhan Sjafrie, Pemakaman Ryamizard Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Update Harga BBM Pertamina Juni 2026, Pertamax Turbo Naik Jadi Rp20.750 per Liter
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo: Pembangunan Ekonomi Indonesia Harus Sesuai Nilai Pancasila
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Bersihkan 50 Akses Terowongan Bawah Tanah Pascaserangan AS dan Israel
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Sebut Petani Harus Dapat Pupuk, Nelayan Harus Dapat Akses Pasar Adil
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.