TANGERANG, KOMPAS.com - Pria berinisial MA menusuk seorang perawat klinik gigi berinisial P di Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (30/5/2026).
Pelaku yang merupakan pasien di klinik tersebut kini telah ditangkap polisi dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.
"Sekarang ini dalam pemeriksaan pendalaman karena dia itu saat diperiksa kadang diam saja. Jadi kita perlu pendalaman banget, hati-hati," ujar Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin saat dikonfirmasi Kompas.com via WhatsApp, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Balita Tewas dengan Luka Tusuk di Kontrakan Bekasi, Polisi Periksa 10 Saksi dan Amankan CCTV
Terkait motif, saat ini penyidik masih mendalami alasan MA menusuk korban P.
Kepada polisi, pelaku mengaku menusuk korban dan membawa senjata tajam berupa pisau dari rumah.
"Sakit sih enggak, cuma mungkin ada trauma apa kita enggak tahu lah ya, tapi pada dasarnya dia mengakui. "Saya mengakui, saya menusuk, saya membawa senjata tajam dari rumah," begitu saja," kata dia.
Rabiin menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh polisi, MA datang ke klinik sebagai pasien baru untuk menjalani pembersihan karang gigi.
Setelah proses perawatan selesai, pelaku kemudian pergi ke kamar mandi.
Tak lama kemudian, ia memanggil korban yang saat itu bertugas sebagai perawat di klinik tersebut.
"Begitu di kamar mandi, itu langsung ditusuk. Itu kronologi yang sebenarnya," kata Rabiin.
Baca juga: Polisi Tangkap Tetangga yang Tusuk Lansia di Pondok Aren Tangsel
Akibat penyerangan itu, korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan tangan.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban masih dirawat. Hasil pengecekan tadi siang, kondisinya mulai membaik," jelas Rabiin.
Meski pelaku mengakui perbuatannya, polisi masih belum dapat memastikan motif di balik aksi penusukan tersebut.
"Kami masih mendalami apakah dia saat itu emosi, apakah saat dirawat merasa sakit, atau ada alasan lain. Ini yang masih kami dalami," kata dia.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengungkap motif penusukan tersebut, termasuk kejiwaannya.
"Kita belum tahu, belum memastikan itu Kalau memang punya riwayat itu, kan nanti dokter psikiater yang menyatakan, bukan katanya-katanya," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




