Gubernur Khofifah Kukuhkan Kepala BKKBN Jatim, Tegaskan Pembangunan Keluarga Berkualitas dan Penurunan Stunting Jadi Fondasi Siapkan SDM Unggul

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5).

Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 26/KP.05.01/PEG/2026.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan keluarga, pengendalian kependudukan, dan percepatan penurunan stunting merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Gubernur Khofifah, Indonesia sedang  menghadapi bonus demografi yang harus disiapkan secara serius melalui pembangunan manusia yang berkualitas sejak dari keluarga.

“Karena itu penguatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, serta pembangunan kependudukan harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, melainkan juga kualitas SDM, mobilitas penduduk, kualitas pengasuhan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Arah pembangunan tersebut, lanjut Khofifah, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.

"Ada Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya yang harus nyekrup karena ada kualitas, kuantitas dan mobilitas penduduk .  Terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita perlu  sinergi agar bisa dibangun lebih detail dan impresif sehingga kualitas, kuantitas dan mobilitas bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan Indeks Modal Manusia (IMM) sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan SDM dan proyeksi kualitas generasi masa depan.

"Peningkatan IMM, ditentukan penurunan angka kematian ibu, bayi, serta prevalensi stunting sebagai cerminan kualitas layanan kesehatan, pengasuhan, dan efektivitas pembangunan manusia," ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada tahun 2024, AKI tercatat sebesar 82,56 per 100 ribu kelahiran hidup dan turun menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSG Dominasi Team Of The Season, Kvaratskhelia Jadi Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Melayat ke Rumah Ryamizard, Kasad: Kita Berduka atas Meninggalnya Tokoh Bangsa
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Masyarakat diingatkan tidak beraktivitas di radius bahaya kawah Lokon
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Gustavo Petro Tolak Hasil Hitung Cepat Pilpres Kolombia yang Menangkan Oposisi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polres Cianjur Arahkan Pengendara ke Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi Hindari Macet Puncak
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.