Ketika baru saja memasuki awal musim panas, Provinsi Guangdong dan sejumlah wilayah selatan Tiongkok sudah terjebak dalam gelombang panas yang jarang terjadi. Warga mengeluhkan kondisi yang sangat menyiksa. Pada saat yang sama, beberapa daerah di Guangdong tiba-tiba diterjang angin kencang, hujan lebat, dan badai petir yang menyebabkan kawasan perkotaan terendam banjir. Sejumlah warganet bahkan mengeluh bahwa situasinya terasa seperti “hari kiamat”.
EtIndonesia.com. Sejak 22 Mei, Guangdong, Guangxi, Fujian, Jiangxi, Hunan, dan berbagai daerah lainnya mengalami cuaca panas dan lembap. Suhu udara melampaui 34°C dengan tingkat kelembapan di atas 50 persen, sehingga suhu yang dirasakan tubuh mencapai lebih dari 40°C, bahkan mendekati 50°C.
Warga setempat mengeluhkan kondisi tersebut dan banyak yang mengatakan sudah tidak tahan lagi. Sejumlah peternak juga mengalami kerugian besar setelah banyak ayam ternakan mereka mati akibat sengatan panas.
廣東熱到炸裂!城市變“熔爐”!外地人被熱哭!魚蝦热熟,家禽扛不住大量中暑,一天死几百只,養殖護損失慘重!江蘇油廠爆炸大火吞沒廠區,壹夜變廢墟! pic.twitter.com/Dx9u3gLv7J
— 鄒一莲 (@yilian2021) May 30, 2026Mulai 29 Mei, beberapa wilayah Guangdong mulai diguyur hujan sehingga gelombang panas untuk sementara mereda. Namun hujan tersebut tidak membawa kesejukan, melainkan bencana baru.
Banyak video yang beredar di internet menunjukkan bahwa pada 29 Mei, Kota Shenzhen tiba-tiba berubah gelap seperti malam hari di siang bolong. Hujan turun sangat deras disertai petir dan angin kencang yang datang secara mendadak, membuat kondisi kota porak-poranda.
Pohon-pohon di pinggir jalan dan rambu lalu lintas tumbang diterjang angin. Meja, kursi, troli belanja, serta berbagai barang lainnya beterbangan ke jalanan. Para pejalan kaki kesulitan berdiri tegak dan bahkan tidak bisa membuka mata akibat terpaan angin dan hujan, sehingga terpaksa berlari masuk ke gedung-gedung di tepi jalan untuk berlindung.
Pada hari yang sama, Guangzhou dan sejumlah daerah lainnya juga dilanda hujan badai serta angin kencang. Karena curah hujan yang sangat besar, sistem drainase kota tidak mampu menampung aliran air. Akibatnya, beberapa kawasan perkotaan di Guangzhou dan Kota Heyuan terendam banjir, sementara jalan-jalan berubah menjadi aliran sungai.
狂風暴雨突襲廣東!深圳、廣州全城淹水❗️#暴雨
The storm raided Guangdong! The whole city of Shenzhen and Guangzhou is flooded❗️#Heavyrain pic.twitter.com/kANeHkSRih
Sejumlah pengemudi yang terjebak banjir bahkan berteriak, “Saatnya berlayar!”
Tidak hanya Guangdong yang terdampak. Di Provinsi Fujian, banyak daerah juga tiba-tiba diguyur hujan lebat. Pada pagi hari cuaca masih sangat panas, tetapi pada sore harinya mendadak terjadi hujan deras dan angin kencang, sehingga banyak warga tidak sempat melakukan persiapan.
Menurut prakiraan cuaca di Hong Kong, kondisi cuaca pada 30 Mei juga menunjukkan kontras yang ekstrem: di satu sisi gelombang panas yang menyengat, sementara di sisi lain terjadi hujan deras dan angin kencang.
Sumber : NTDTV.com





