Prabowo: Terlalu Lama Rakyat Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Prabowo: Terlalu Lama Rakyat Jadi Penonton di Atas Kekayaan BangsaNasional | okezone | Senin, 1 Juni 2026 - 15:08Dengarkan Berita

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, hingga kelapa sawit. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia.

Prabowo menegaskan, Indonesia juga telah swasembada pangan di saat banyak negara masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.

"Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang," kata Prabowo dalam Upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

"Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," sambung Prabowo.

Baca Juga:Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen Ungkap 85 Persen Bangunan SD di Indonesia Rusak

Namun, ia menilai manfaat dari kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Selama ini, sebagian besar nilai dari pengelolaan komoditas sumber daya alam justru lebih banyak mengalir ke luar negeri.

"Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," ujarnya.

Sebab itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mendorong transformasi ekonomi nasional. Ia memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri melalui ekonomi Pancasila.

"Tugas saya untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," katanya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Hujan Ringan hingga Lebat Intai Sejumlah Wilayah 4 Hari ke Depan
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Terungkap Alasan Jokowi Tak Hadir Upacara Hari Lahir Pancasila
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Hari Ini 1 Juni di Pegadaian, Masih tak Bergerak
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Dony Oskaria Ungkap Alasan Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan Kendaraan Tinggalkan Bandung Hindari Puncak Arus Balik Libur Panjang
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.