Wamendagri Sebut Pancasila Landasan Pemersatu Bangsa & Fondasi Perdamaian

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, Pancasila merupakan landasan pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia. Wiyagus menuturkan Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya.

Hal itu disampaikan Wiyagus saat membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi pada Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pesan tersebut selaras dengan tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 'Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia'.

"Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," imbuhnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Wamendagri Wiyagus Ajak Warga Kolaborasi Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI

Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujarnya.

Wiyagus menambahkan, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pancasila juga merupakan fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, adalah pengejawantahan dari sila kedua," tegasnya.

Baca juga: Buka Gerakan Pangan Murah di NTB, Wamendagri Sapa & Dialog dengan Warga

Selain itu, Wiyagus menekankan, Pancasila tak hanya menjadi landasan perdamaian di tengah konflik, tetapi juga landasan moral di masa perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, tidak membiarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku-buku sejarah.

"Pastikan setiap kebijakan publik lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," tuturnya.

Terakhir, Wiyagus mengajak seluruh pihak untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila, jayalah Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Hadapi Tantangan Global, Wamendagri Tekankan Pentingnya Kolaborasi Daerah




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Dugaan Sarwendah Halang-halangi Jumpa Anak, Pengacara Langsung Buktikan dengan Telepon Ruben Onsu
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Tembaga Akhir 2026 ke USD13.735 per Ton
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Beri Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada 6 Tokoh
• 4 jam laludetik.com
thumb
AS Kembali Serang Iran, IRGC Diduga Balas ke Pangkalan Militer di Kuwait
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Ruben Onsu Tak Terima Dituding Tak Bertanggung Jawab soal Nafkah: Kalau Tidak Sanggup Serahkan Anaknya ke Saya
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.