PARIS, KOMPAS.TV - Tindakan Israel yang melakukan ekspansi lebih dalam ke Lebanon membuat murka pemimpin Eropa yang juga sekutunya.
Tentara Israel telah menduduki kastil bersejarah di Lebanon selatan, Kastil Beaufort, Minggu (31/6/2026).
Pendudukan itu menjadi ekspansi terdalam yang dilakukan Israel sejak pendudukan Israel ke wilayah tersebut berakhir pada 2000.
Baca Juga: Trump Minta Perubahan pada Kesepakatan dengan Iran, Terkait Selat Hormuz dan Nuklir Iran
Dikutip dari The Guardian, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras apa yang dilakukan Israel.
Macron menyerukan agar pertempuran di Lebanon segera diakhiri.
“Tak ada yang membenarkan eskalasi besar yang terjadi di Lebanon,” kata Macrons.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot meminta pertemuan di Dewan Keamanan PBB pada Senin (1/6/2026), untuk membahas masalah ini.
Menteri Luar Negeri Inggris dan Jerman bergabung dengan Prancis mengutuk operasi baru Israel tersebut.
Menlu Inggris Yvette Cooper menyerukan agar gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dihormati.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : The Guardian
- israel
- lebanon
- pemimpin eropa
- emmanuel macron
- kastil beaufort





