Gerindra Jawab Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Negosiasi Strategis Tak Bisa via Zoom

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyoroti intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, mendapat respons dari Partai Gerindra.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyatakan pihaknya menghargai pandangan yang disampaikan Dino. Menurutnya, kritik dari masyarakat terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Baca Juga :
Momen Prabowo Gandeng Tangan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Dipanggil Presiden Prabowo Usai Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ini Profil Kolonel Inf Didin Nasrudin Darsono

Namun demikian, Bahtra menilai usulan agar komunikasi antar kepala negara cukup dilakukan melalui telepon atau Zoom, sebagaimana dianjurkan oleh Dino Patti Djalal, tidak sepenuhnya tepat.

Bahtra menegaskan diplomasi presiden memiliki dimensi yang tidak bisa digantikan oleh komunikasi jarak jauh.

“Dalam demokrasi, kritik merupakan hal yang wajar dan penting sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap pemerintah,” ujar Bahtra kepada tvOnenews, Senin, 1 Juni 2026.

“Diplomasi Presiden tidak bisa digantikan Zoom atau telepon. Kami kurang sependapat jika diplomasi tingkat kepala negara disederhanakan menjadi cukup melalui Zoom atau telepon,” jelasnya.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong.
Photo :
  • TVR Parlemen

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu, hubungan antarnegara dibangun melalui kepercayaan yang lahir dari komunikasi langsung.

Terlebih, berbagai negosiasi strategis dinilai lebih efektif apabila dilakukan secara tatap muka antara para pemimpin negara.

“Selama ini, komunikasi dengan kepala negara sahabat, ada juga yang dilakukan secara online,” jelasnya.

Sebelumnya, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis pada Mei 2026 menjadi sorotan publik karena dinilai berlangsung secara mendadak dan terkesan tidak direncanakan jauh hari.

Perhatian tersebut muncul karena Prabowo sebelumnya telah dua kali berkunjung ke Prancis pada Januari dan April 2026 untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron.

Menanggapi hal itu, Dino mengusulkan agar frekuensi perjalanan dinas Presiden ke luar negeri dikurangi guna menekan pengeluaran negara.

“Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar,” ungkapnya melalui video, Sabtu (30/5/2026).

Ia juga menyarankan agar komunikasi dengan para pemimpin dunia lebih banyak memanfaatkan telepon maupun video call.

Menurut Dino, langkah tersebut dapat menghemat anggaran sekaligus waktu. Ia menilai substansi pertemuan antar kepala negara umumnya hanya berlangsung satu hingga dua jam, sedangkan sisanya diisi agenda seremonial.

Baca Juga :
Fadli Zon Bongkar Kedekatan Lama Prabowo dan Ryamizard, Sudah Bersama Sejak Taruna Akmil 1974
Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Mafia Ekonomi, Tegaskan Transformasi Nasional Tak Bisa Dihentikan
PDIP Nilai Permasalahan Fiskal Era Prabowo Akibat Presiden Sebelumnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer AS Cegat 120 Kapal Iran di Selat Hormuz
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pacu Itik Terbang, Warisan Budaya yang Terus Dijaga Masyarakat Payakumbuh
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Ungkap Pancasila Bukan Hanya Dokumen Sejarah, Tapi Ini
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Persib Kena Sanksi FIFA karena Kasus Daisuke Sato, Manajemen Beberkan Kronologi Lengkap dan Pastikan Segera Tuntas
• 15 jam lalubola.com
thumb
Cemburu Berujung Maut: Aksi Kejam Suami Siksa Istri Hingga Tewas, Sempat Sisir Rambut dan Peluk Jasad Korban
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.