HARIAN FAJAR. CO.ID, JENEPONTO- Polemik hasil seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial turut menyeret nama calon Paskibraka asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Keisha Ratu Utami.
Menyikapi hal itu, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Jeneponto, Hardianto Haris mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan dan semangat kepada putri daerah tersebut.
Menurutnya, di tengah berbagai isu dan perdebatan yang berkembang, Keisha saat ini masih membutuhkan ketenangan untuk menjalani tahapan seleksi lanjutan yang belum selesai.
“Terkait adanya polemik hasil seleksi Paskibraka tingkat nasional yang saat ini disangkutpautkan dengan salah satu calon Paskibraka asal Kabupaten Jeneponto, yaitu Keisha, saya selaku Ketua PPI Jeneponto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap memberikan dukungan, semangat dan doa kepada Keisha agar diberikan kemudahan, kesehatan serta kelancaran dalam menjalani seluruh tahapan seleksi lanjutan yang masih berlangsung,” ujarnya kepada Fajar, Senin 1 Mei 2026.
Oa
Ia menilai perhatian publik terhadap proses seleksi merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, dukungan moral kepada peserta jauh lebih penting dibanding memperpanjang polemik yang dapat memengaruhi psikologis peserta yang masih berstatus pelajar.
Hardianto Haris juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mendampingi dan memfasilitasi putra-putri terbaik daerah yang berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Dukungan Pemkab tersebut menjadi motivasi besar bagi Keisha untuk tetap fokus dan percaya diri dalam menghadapi setiap proses seleksi,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terpancing oleh spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijak, tidak terprovokasi san tetap memberikan ruang bagi panitia untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional,” tuturnya.
Menurutnya, saat ini Keisya membutuhkan dukungan dan doa agar mampu menampilkan kemampuan terbaiknya sebagai wakil Kabupaten Jeneponto dan Provinsi Sulsel.
Ia menegaskan, PPI Jeneponto akan terus memberikan pendampingan kepada Keisha selama proses seleksi berlangsung serta menghormati seluruh mekanisme yang menjadi kewenangan panitia seleksi.
“PPI Jeneponto akan terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada Keisyah, serta menghormati seluruh mekanisme dan keputusan yang menjadi kewenangan panitia seleksi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua PPI Jeneponto mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu memberikan doa dan dukungan kepada Keisyah agar dapat mengharumkan nama Jeneponto di tingkat nasional.
“Mari bersama-sama mendoakan agar Keisyah diberikan kekuatan, ketenangan, dan hasil terbaik dalam proses seleksi ini, sehingga dapat mengharumkan nama Jeneponto di tingkat nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, DPRD Sulsel melalui Komisi A menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas polemik seleksi (Paskibraka) tingkat nasional asal Sulsel.
Salah satu anggota DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta menyebut jika agenda RDP tersebut akan berlangsung 2 Juni 2026 atas laporan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Makassar.
“Sudah diagendakan, nanti tanggal 2 Juni, dan kita telah komunikasikan dengan teman-teman, termasuk dengan Ketua DPRD Sulsel (Andi Rachmatika Dewi),” kata Andre merespons pelaporan tersebut. (map)





