HARIAN.FAJAR.CO.ID, PALOPO – Seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, di Jalan Yogi S. Memet, RT 02/RW 01 Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana, Senin malam, 1 Juni 2026.
Setelah ditemukan warga, mereka laporkan ke Polisi. Petugas kepolisian dari Polres Palopo yang dipimpin Pawas IPDA Sididi Saad langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 19.55 WITA setelah menerima laporan warga.
Korban diketahui bernama Hj. Hera, yang sehari-hari tinggal seorang diri di rumahnya. Berdasarkan keterangan saksi Nursang, yang merupakan cucu korban, kejadian bermula sekitar pukul 18.59 WITA saat dirinya dihubungi oleh Ketua RT setempat, Masria (Mama Radit).
Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa rumah korban terlihat dalam kondisi gelap karena lampu tidak menyala, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
“Karena merasa cemas, saksi bersama tantenya, Hudaya, langsung mendatangi rumah korban. Mereka masuk melalui pintu belakang dan menemukan korban sudah dalam kondisi tergeletak di lantai dapur dan tidak bernyawa,” jelas Ipda Sadidi.
Setelah menemukan korban, saksi kemudian menghubungi anak korban yang berada di Makassar, Jumria (Mama Adi).
Dari hasil pengecekan rekaman CCTV rumah, terlihat korban sebelumnya kehilangan keseimbangan saat berdiri di dapur, lalu terjatuh dengan kepala membentur dinding.
Hasil olah TKP oleh Tim Identifikasi Polres Palopo tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu, diketahui korban memiliki riwayat penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi).Pihak keluarga korban juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Kasi Humas AKP Marsuki membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan hasil sementara penyelidikan.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV, korban diduga terjatuh akibat kehilangan keseimbangan saat berada di dapur. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Marsuki.
Ia juga menambahkan bahwa riwayat hipertensi yang diderita korban diduga menjadi salah satu faktor yang memicu kejadian tersebut.
“Korban diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi, sehingga kemungkinan besar kondisi tersebut berkontribusi terhadap insiden yang terjadi,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lansia, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan serta keamanan mereka, terutama yang tinggal seorang diri.(shd)





