tvOnenews.com – Jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan video di platform media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos tengah membagikan program bantuan modal usaha secara cuma-cuma bagi masyarakat.
Namun, setelah dilakukan penelusuran serta verifikasi mendalam di lapangan, platform media sosial tersebut dipastikan menyebarkan konten informasi palsu, manipulatif, alias hoaks.
"[HOAKS] Video Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Bagi-Bagi Bantuan Modal di Facebook," rilis resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui laman resminya, Komdigi.go.id.
- Instagram @s_tjo
Faktanya, video yang menarasikan bahwa orang nomor satu di Maluku Utara tersebut mendistribusikan bantuan dana atau modal usaha melalui jejaring Facebook adalah sama sekali tidak benar dan menyesatkan.
Pihak Komdigi membeberkan bahwa berdasarkan hasil cek fakta laboratorium digital, rekaman video berdurasi pendek tersebut merupakan produk murni dari hasil manipulasi teknologi digital tingkat tinggi.
Tercatat, tiruan suara Sherly Tjoanda Laos yang terdengar sangat meyakinkan di dalam video tersebut sukses teridentifikasi sebagai produk dari artificial intelligence (AI) generatif (kloning suara).
Karakteristik suaranya memiliki tingkat probabilitas tiruan atau kemiripan buatan yang sangat tinggi, yakni mencapai 98,2 persen.
- Kolase
Tak hanya melakukan manipulasi dan rekayasa suara menggunakan kecerdasan buatan (deepfake audio), aspek visual yang digunakan dalam video tersebut nyatanya juga dicatut dari konteks peristiwa yang sama sekali berbeda dan tidak ada kaitannya dengan program pemerintah.
Potongan foto aslinya diketahui bersumber dari dokumentasi artikel milik ternate.tribunnews.com yang aslinya berjudul “Warganet Puji Sherly Laos yang Ternyata Jago Menyelam di Lautan Lepas: Kece Badai Ibu Gubernur.”
Menyikapi maraknya modus penipuan berbasis digital yang kian canggih, pemerintah melalui Komdigi mengeluarkan alarm peringatan keras kepada publik di akar rumput.
"Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah memercayai konten pembagian hadiah, uang, atau bantuan modal yang mengatasnamakan pejabat publik di media sosial, terutama yang menggunakan teknik manipulasi audio-visual (deepfake)," tegas perwakilan Komdigi mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan siber.




