Tetangga RI Ini Selangkah Lagi Punya Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Singapura kembali mencatat kemajuan besar dalam pengembangan transportasi publiknya. Kereta pertama untuk jalur MRT Cross Island Line (CRL) resmi tiba di negara tersebut.

Ini menandai langkah penting menuju pengoperasian salah satu proyek transportasi terbesar dalam sejarah Singapura. Kereta tersebut tiba di Pelabuhan Jurong pada akhir pekan lalu setelah dikirim dari Qingdao, China. 

Baca Juga :
4 Alasan Singapura Jadi Negara yang Dituju Anak Muda Indonesia Buat Melanjutkan Studi
Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Kehadirannya menjadi bagian dari armada baru yang akan melayani Cross Island Line, jalur MRT sepanjang lebih dari 50 kilometer yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2030. Melansir dari SG Trains, kereta perdana ini merupakan satu dari total 44 rangkaian kereta otomatis yang dipesan oleh Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA). 

Proyek pengadaan armada tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai 589 juta dolar Singapura yang diberikan pada 2023 kepada konsorsium CRRC Qingdao Sifang. Kedatangan kereta pertama ini menjadi sinyal bahwa pembangunan Cross Island Line berjalan sesuai jadwal. 

Ketika beroperasi nanti, jalur tersebut digadang-gadang akan mengubah pola perjalanan masyarakat dan mempercepat konektivitas antarkawasan di Singapura.

Berbeda dari armada MRT generasi sebelumnya, kereta baru ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi perkotaan berkapasitas tinggi. Sejumlah peningkatan teknologi dan kenyamanan turut disematkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah lorong penghubung antargerbong yang lebih lebar. Jika pada jalur MRT lama lebar lorong umumnya sekitar 1,4 meter, armada baru ini memiliki lebar 1,6 meter. Desain tersebut memungkinkan penumpang bergerak lebih leluasa dan membantu mengurangi kepadatan di dalam kereta, terutama pada jam sibuk.

Selain itu, setiap sisi gerbong dilengkapi lima pintu, serupa dengan desain yang digunakan pada Thomson-East Coast Line. Penambahan jumlah pintu ini diharapkan dapat mempercepat proses naik dan turun penumpang sehingga waktu berhenti kereta di stasiun menjadi lebih efisien.

Dari sisi teknologi, kereta Cross Island Line juga dibekali sistem diagnostik pintar yang mampu memantau kondisi komponen secara real-time. Teknologi ini memungkinkan teknisi mendeteksi potensi gangguan lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang dapat mengganggu operasional.

Baca Juga :
Prabowo Bangga Gaji Hakim di Indonesia Lebih Tinggi dari Singapura-Malaysia
Proyek Pembangunan MRT Fase 2A Area Harmoni, Simak Rekayasa Lalu Lintas Menuju Kota
Lebih dari 2 Juta Orang Indonesia Liburan ke Singapura, Ada Hal Menarik Apa Aja Sih?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
"Hantu" Bikin Pening Pengusaha China, Pemerintah Turun Gunung
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meteor Meluncur ke Bumi, Meledak di Ketinggian 64 Kilometer di Atas Wilayah Amerika Serikat
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Saham-saham yang Terdepak dari MSCI Kompak Menguat, BREN dan CUAN Terbang
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siaga Perang Pecah di Asia, China Ngamuk ke Jepang
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Soal 2 Anggota DPR Tersangka Dugaan Korupsi tapi Belum Ditahan, Ada Pengaruh Politik?
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.