Bisnis.com, JAKARTA - Dunia belum aman karena Iran memutuskan untuk menunda percakapan dengan AS lantaran Israel disebut berbuat ulah.
Dilansir dari Washington Times, pada hari Senin waktu setempat, Iran mengumumkan akan menangguhkan negosiasi dengan AS sebagai protes atas tindakan Israel di Lebanon.
Menurut Teheran, manuver yang dilakukan negara pimpinan Netanyahu itu melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya ada.
Bukan isapan jempol semata, sebab Kantor berita pemerintah Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa tim negosiasi Iran akan menghentikan semua komunikasi diplomatik dengan negosiator AS sampai Israel menghentikan operasinya di Lebanon dan Gaza.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menambahkan bahwa gencatan senjata yang ada antara AS dan Iran mencakup Lebanon.
“Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang mutlak di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulisnya di X.
Baca Juga
- Iran Pegang Kendali Selat Hormuz, Ekspor Minyak Dunia Hadapi Risiko Baru
- AS-Iran Disebut Capai Kesepakatan Perpanjang Gencatan Senjata
- Korsel Sebut Iran Jadi Biang Kerok Kapal HMM Namu Porak-poranda di Selat Hormuz
“AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran," ia menambahkan.
Sebagaimana diketahui, Israel memulai operasi ofensif di Lebanon selatan pada bulan Maret setelah Hezbollah, organisasi militan yang didukung Iran, meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel.
Klaim AS Menyebut Iran Juga Melakukan SeranganDi sisi lain, Komando Pusat AS mengatakan pada hari Senin bahwa pasukan Amerika mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan pangkalan di Kuwait, yang semakin menguji gencatan senjata yang sudah rapuh.
CENTCOM, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa pasukan AS mencegat rudal-rudal tersebut pada pukul 11 malam hari Minggu dan tidak ada personel yang terluka.
“Komando Pusat AS tetap waspada dan akan terus melindungi pasukan kami dari agresi Iran sambil mendukung gencatan senjata yang sedang berlangsung,” demikian unggahan komando militer tersebut di X.
Pihak berwenang Iran belum segera mengeluarkan komentar terkait serangan tersebut.





