VIVA – Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, memperlihatkan reaksinya setelah kemenangan atas Myanmar. Garuda Nusantara berhasil memulai Piala AFF U-19 2026 dengan positif.
Timnas Indonesia U-19 mengawali petualangan mereka di ajang ini pada Senin (1/6/2026) malam kemarin WIB. Duel melawan Myanmar diselenggarakan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang.
Tim ini merupakan juara bertahan dari edisi sebelumnya pada tahun 2024. Pada saat itu, Indra Sjafri sukses membawa tim ini menjadi juara di Surabaya berkat kemenangan 1-0 di final melawan Thailand.
Kini, Nova mewarisi sebagian pemain yang pernah diasuh oleh Indra Sjafri. Arkhan Kaka merupakan salah satunya, dan dia berhasil membuka skor di menit ke-39.
Kemudian, di paruh kedua, Dimas Wicaksono mencetak dwigol pada menit ke-77 dan 86. Kemenangan 3-0 pun digenggam oleh Timnas Indonesia U-19, yang menjadi modal penting di Piala AFF U-19 2026.
Meskipun berhasil meraih kemenangan telak, Nova tetap tidak mau besar kepala. Dia menegaskan bahwa anak-anak asuhannya tidak boleh berpuas diri dengan raihan tiga poin ini.
Eks asisten Shin Tae-yong itu menekankan bahwa evaluasi tetap merupakan hal yang diperlukan. Sebab, dia menginginkan permainan yang lebih baik pada laga selanjutnya.
"Tetap ada evaluasi yang tentunya agar anak-anak bisa lebih baik lagi untuk laga selanjutnya," kata Nova dalam wawancara setelah laga, dilansir Antara.
Salah satu hal yang disoroti oleh Nova adalah level kepercayaan diri para pemain. Meskipun berhasil menang telak, dia tidak melihat level kepercayaan diri yang maksimal.
"Rasa percaya diri mereka belum maksimal.Tidak seperti ketika mereka latihan.Itu menjadi salah salah satu yang menjadi catatan kami," tambahnya.
Lawan berikutnya yang akan dihadapi oleh Timnas Indonesia U-19 adalah Timor Leste. Duel tersebut akan digelar pada Kamis (4/6/2026) mendatang.
Timnas Indonesia U-19 kembali diunggulkan di atas kertas. Sebab, Timor Leste mengawali turnamen ini dengan kekalahan 0-3 dari Vietnam di hari Senin kemarin.
Walau begitu, Nova Arianto tetap tidak mau anak-anak asuhnya untuk meremehkan lawan. Kebangkitan Timor Leste tetap menjadi hal yang memungkinkan.





