Tanda Gempa Besar Ada di Bawah Gunung Ciremai, Tanah Terbalik

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Gunung (Dok. magma.esdm)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan temuan mengejutkan di kaki Gunung Ciremai, wilayah Lingkar Timur Kuningan. Mereka menemukan bukti aktivitas sesar yakni berupa struktur lapisan tanah dengan posisi terbalik.

Temuan aktivitas tektonik tim vulkanik zaman Kuarter (dimulai pada 2,58 juta tahun lalu) menggunakan analisis geokronologi dan pemetaan LiDAR dari endapan distal Gunung Ciremai.

Penggunaan LiDar memungkinkan tim dapat melihat fitur permukaan Bumi tanpa terhalang vegetasi. Selain itu, hasil pemetaan dapat menunjukkan kemiringan lapisan (tilting) dan patahan (faulting) pada morfologi lahan.


Tim peneliti menggunakan metode carbon dating pada jalur Lingkar Timur Kuningan. Dari sana ditemukan endapan berusia 22 ribu tahun yang berada di atas endapan 20 ribu tahun.

Pilihan Redaksi
  • RI Dikepung Zona Gempa Megathrust, Ahli Jepang Tunjuk Titik Ini
  • Ahli Jepang Bongkar Rahasia Punya Teknologi 'Anti Kiamat' Gempa

Artinya lapisan tanah lebih tua akan terdorong ke bagian atas dari lapisan lebih muda. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN dan ketua tim penelitian Sonny Aribowo menjelaskan tim mengindikasikan adanya fase penyeimbangan setelah tekanan tektonik besar.

"Selain sesar naik, ditemukan juga bukti sesar normal pada endapan berumur sekitar 16.000 tahun, yang mengindikasikan adanya fase penyeimbangan sedimen setelah tekanan tektonik besar, atau kemungkinan jejak kejadian gempa bumi besar pada periode tersebut," kata Sonny dalam keterangannya.

Dari riset ini, tim juga berhasil membedakan endapan jauh (distal) dan endapan dekat (proximal) Gunung Ciremai. Distal masuk sebagai sedimen vulkanik basaltik sub-alkalin dengan kandungan besi tinggi dan silika rendah.

Sementara untuk endapan proksimal ditemukan berada dekat puncak, yang didominasi oleh batuan andestik basaltik dengan seri magma medium-K.

Namun hubungan antar kedua endapan ini perlu dikaji lebih lanjut lagi. Ini karena distal dan proksimal memiliki perbedaan karakteristik.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi IoT Bikin Lampu Hemat Energi 80%-Pangkas Emisi Karbon

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanda Kamu Mungkin Perlu Dukungan untuk Kesehatan Mental
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Fase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai, Keluarga Diminta Tak Jemput di Bandara Soetta
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Sulsel Jadi Provinsi Terbaik dalam Pembiayaan Pembangunan di Sulawesi, Terima Insentif Rp 3 Miliar
• 2 jam lalukompas.com
thumb
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Hari Lahir Pancasila Jadi Refleksi, KPN DKI Jakarta Soroti Kualitas Dialog Demokrasi Indonesia
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.