Memanas! Iran Bombardir Kapal-kapal AS dan Israel Pakai Rudal

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerang kapal Amerika Serikat-Israel MSC Sariska dengan rudal jelajah sebagai respons atas serangan AS terhadap kapal Iran di Teluk Oman, kata IRGC.

"Menyusul serangan agresif Angkatan Darat AS terhadap kapal Iran, Lion Star, di Teluk Oman, sebagai balasannya, Angkatan Laut IRGC meluncurkan serangan rudal jelajah ke kapal AS-Israel MSC Sariska," kata IRGC, seperti dilansir dari Antara Selasa, 2 Juni 2026.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Rebound Serupa Penguatan Bursa Asia dan Wall Street
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Perang

Menurut laporan RIA Novosti dari Teheran, Selasa, IRGC menegaskan bahwa setiap agresi AS di Selat Hormuz akan ditanggapi dengan respons yang tegas.

Pada 28 Februari, AS dan Israel secara sepihak mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Agresi militer terhadap Iran itu menewaskan lebih dari 3.000 orang serta menimbulkan kerusakan infrastruktur.

Ilustrasi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz layaknya aksi bajak laut
Photo :
  • ChatGPT

Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 8 April. Perundingan selanjutnya yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesimpulan tanpa pengumuman tentang berlanjutnya permusuhan.

Meski begitu, AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di tengah gencatan senjata, aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut. Senin 1 Juni waktu setempat, Amerika Serikat menyebut telah membombardir sejumlah lokasi radar dan fasilitas drone di Iran.

Aksi ini dilakukan sebagai balasan atas Tindakan Iran yang menembak jatuh drone milik AS pada akhir pekan lalu. Sementara itu, sebagai balasan Iran mengkalim menargetkan militer AS di Kuwait dengan rudal. Namun aksi tersebut disebut Washington berhasil dicegat.

Melansir laman AP News, Selasa 2 Juni 2026, di tengah aksi saling serang di masa gencatan senjata ini, pejabat dari kedua negara disebut masih berupaya merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Namun hingga kini belum jelas seberapa dekat kedua pihak dengan sebuah kesepakatan. Situasi juga tetap rapuh karena setiap serangan baru berpotensi menggagalkan proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hezbollah di Lebanon juga semakin meningkat meskipun keduanya secara resmi masih berada dalam masa gencatan senjata. Kondisi ini dinilai dapat mengancam upaya memperpanjang kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Iran.

Baca Juga :
Memanas! Militer AS Bombardir Situs Militer Iran
Murka, Iran Peringatkan AS dan Israel akan Bayar Mahal atas Blokade Laut dan Serangan ke Lebanon
Iran Tak Ragu Bantu Lebanon Lawan Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Tembus 13.020 Orang Selama Libur Waisak 2026
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Ruas Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sementara, Perbaikan Jalan Ambles Dikebut
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Keluarga Korban Minta Polisi Ungkap Dalang Penganiayaan Brutal di Deli Serdang
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Macron Serukan Kesepakatan Segera AS-Iran, Selat Hormuz Dibuka Lagi
• 20 jam laludetik.com
thumb
Cara Mengenali Orang yang Sangat Tidak Percaya Diri dari Kalimatnya
• 43 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.