CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketika riuh rendah Piala Dunia 2026 menyambangi Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 12 Juni hingga 19 Juli mendatang, mata dunia tidak hanya akan tertuju pada megahnya stadion-stadion modern, melainkan juga pada narasi sejarah yang melatarbelakanginya.
Di antara belasan kota tuan rumah, Philadelphia menawarkan romansa tersendiri. Di kota inilah, Stadion Lincoln Financial Field bersiap menggelar enam laga krusial—lima pertandingan fase grup dan satu laga babak 16 besar—yang akan mengawinkan gairah sepak bola modern dengan gaung sejarah masa lalu.
Berdiri megah di kawasan Philadelphia Selatan, stadion berkapasitas 69.000 penonton ini bukan sekadar beton dan rumput hijau biasa.
Sejak dibuka pertama kali pada 3 Agustus 2003 lewat laga persahabatan blockbuster antara Manchester United dan Barcelona, arena ini telah menjelma menjadi kiblat olahraga ikonik di Pantai Timur Amerika.
Sejarah mencatat, gol perdana di stadion ini lahir dari kaki Patrick Kluivert, sang legenda Barcelona yang di kemudian hari sempat mencicipi kursi pelatih tim nasional Indonesia.
Sebagai markas permanen klub NFL Philadelphia Eagles, Lincoln Financial Field terkenal memiliki atmosfer yang intim sekaligus mengintimidasi berkat fanatisme suporternya yang luar biasa.
Di luar sepak bola Amerika, stadion multifungsi ini juga sempat menjadi rumah sementara bagi klub MLS Philadelphia Union pada tahun 2010, panggung bagi tim nasional AS di Piala Emas CONCACAF 2015, hingga saksi bisu konser-konser musisi papan atas dunia yang memanfaatkan kecanggihan teknologi arenanya.
Namun, daya tarik terbesar dari terpilihnya stadion ini sebagai venue Piala Dunia justru terletak pada apa yang ada di luar dinding-dindingnya: Kota Philadelphia itu sendiri.
Didirikan pada tahun 1682, kota yang dijuluki "City of Brotherly Love" atau Kota Cinta Persaudaraan ini adalah detak jantung sejarah Amerika Serikat. Dari sebuah kota pelabuhan yang sibuk, Philadelphia tumbuh menjadi pusat Perang Revolusi Amerika.
Di sinilah para tokoh koloni berkumpul dan mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan pada 4 Juli 1776. Bahkan, sebelum Washington, D.C. mengambil alih peran tersebut, Philadelphia adalah ibu kota resmi Amerika Serikat sepanjang dekade 1790 hingga 1800.
Kini, warisan masa lalu seperti Independence Hall dan Liberty Bell—simbol abadi perjuangan kemerdekaan—hidup berdampingan secara harmonis dengan denyut nadi kota metropolitan yang dinamis.
Benang merah antara sejarah dan sepak bola ini akan mencapai puncaknya pada laga babak 16 besar yang dijadwalkan bergulir pada 4 Juli 2026. Tanggal tersebut bukanlah hari biasa; tepat di hari pertandingan itu, Amerika Serikat akan merayakan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan mereka.
Menggelar laga kasta tertinggi sepak bola dunia di kota tempat negara itu dilahirkan, tepat di hari ulang tahunnya yang seperempat milenium, akan menjadi salah satu momen paling puitis dalam sejarah olahraga modern.
Berikut jadwal laga Piala Dunia 2026 di Stadion Lincoln Financial Field:
- Minggu, 14 Juni: Pantai Gading lawan Ekuador (Grup E)
- Jumat, 19 Juni: Brasil lawan Haiti (Grup C)
- Senin, 22 Juni: Prancis lawan Bolivia/Irak/Suriname (Grup I)
- Kamis, 25 Juni: Curacao lawan Pantai Gading (Grup E)
- Sabtu, 27 Juni: Kroasia lawan Ghana (Grup L)
- Sabtu, 4 Juli: Laga 89/Babak 16 Besar




