Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman angkat bicara terkait kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengatakan Partai Gerindra terbuka atas kritik yang disampaikan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, dia menilai kritik Dino Patti Djalal tidak berdasarkan data yang akurat.
“Sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Habiburokhman menyebut ada tendensi serangan politik dan mengolok-olok pemerintahan Prabowo dalam kritik tersebut.
“Bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo,” ungkapnya.
Sebelumnya, kunjungan Prabowo ke Perancis pada Mei 2026 menuai perhatian publik lantaran dinilai mendadak dan terkesan dibuat-buat.
Pasalnya, pada Januari dan April tahun ini Prabowo sudah berkunjung ke Perancis menemui Emmanuel Macron.
Terkait hal ini, Dino mengusulkan agar Prabowo mengurangi frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri untuk menghemat anggaran.
“Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar,” ungkapnya melalui video, Sabtu (30/5/2026).
Dia lantas mengusulkan agar Prabowo memanfaatkan telepon maupun video call untuk berkomunikasi dengan para pemimpin negara lain.
Dino mengatakan cara tersebut dinilai efektif menghemat anggaran dan waktu. Sebab, inti pertemuan antarpimpinan negara biasanya hanya berlangsung satu sampai dua jam. Sementara, sisanya hanya kegiatan seremoniam.
“Jadi dengan satu video call yang bernilai Rp0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan keluar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” kata Dino. (saa/ree)




