JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara menanggapi kritik mengenai frekuensi kunjungan kerja atau kunker ke luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Teddy menekankan Presiden Prabowo perlu sering berkunjung ke luar negeri karena dunia sedang mengalami banyak konflik.
Teddy menggarisbawahi kepemimpinan Prabowo dimulai saat dunia dipenuhi banyak konflik dan terancam krisis. Karena itu, kata dia, Prabowo perlu membina hubungan dengan berbagai kepala negara lain demi kepentingan Indonesia.
Baca Juga: Dino Sarankan Kunjungan Prabowo Dipetakan Jauh-Jauh Hari, Teddy: Perkembangan Global Sangat Dinamis
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy menanggapi kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal
Sebelumnya, Dino mengkritik frekuensi kunjungan Prabowo, dan meminta sang presiden lebih transparan tentang agendanya di luar negeri.
"Presiden Prabowo itu adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, Venezuela," kata Teddy dalam keterangan video yang dirilis Sekretariat Kabinet RI, Senin (1/6/2026).
"Kemudian sekarang (konflik) ada di Iran dan Timur Tengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UEA, dan lain sebagainya."
Teddy beralasan bahwa Prabowo sering ke luar negeri untuk membina hubungan dengan pemimpin-pemimpin negara lain. Ia menegaskan kedekatan pemimpin diperlukan jika suatu saat Indonesia membutuhkan bantuan.
Saat ini, menurut Teddy, kunjungan Prabowo yang sering dilakukan telah membangun kedekatan secara personal dan emosional dengan pemimpin negara sahabat.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- teddy indra wijaya
- dino patti djalal
- kunjungan luar negeri prabowo
- prabowo subianto
- teddy jawab kritik dino





