Amerika dan China Mendadak Satukan Kekuatan, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, dua raksasa teknologi dari masing-masing negara justru menyatukan kekuatan untuk mengembangkan robot humanoid.

Nvidia asal AS menggandeng Unitree asal China untuk mengembangkan robot bagi para peneliti. Selain itu, Nvidia juga berencana berkolaborasi dengan produsen robot asal Eropa dan Korea Selatan, menurut eksekutif chip AI Nvidia.


Dalam keynote-nya menjelang ajang Computex di Taiwan, CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan Unitree asal China dalam menyediakan versi standar robot H2 Unitree untuk kebutuhan peneliti akademis.

Lebih spesifik, bodi robot akan disediakan Unitree, tangannya disokong Sharpa yang bermarkas di Singapura, sementara otak komputasinya berasal dari Nvidia, dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2026).

Nvidia mengatakan para peneliti di Stanford University dan University of California San Diego, adalah beberapa pihak yang berencana untuk menggunakan mesin canggih tersebut.

Unitree, yang menyita perhatian melalui robot-robot penarinya dalam acara gala Festival Musim Semi China awal tahun ini, sedang berupaya untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di kampung halaman.

Pilihan Redaksi
  • Sumitronomics 4.0: Strategi Non-Alignment Digital Indonesia
  • Bursa Asia Dibuka Keok Dibayangi Alotnya Negosiasi AS-Iran
  • Komputer Berubah Total Mulai Akhir 2026, Ini Penyebabnya

Namun, para anggota parlemen AS menuduh Unitree memiliki hubungan yang luas dengan pemerintah dan militer China dan telah memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan melarang penggunaan robot perusahaan tersebut oleh para peneliti yang menerima pendanaan dari pemerintah AS.

Para eksekutif Nvidia mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tersebut berencana untuk melakukan upaya lebih lanjut seperti yang dilakukan Unitree dengan perusahaan robotika di luar China.

Mereka tidak menyebutkan nama mitra di AS, Korea Selatan, dan Eropa, serta berbicara dengan syarat anonim karena rencana tersebut belum dipublikasikan.

Para eksekutif Nvidia mengatakan kerja sama dengan Unitree bertujuan meningkatkan keamanan siber robot Unitree bagi para peneliti. Misalnya, setiap pembaruan software yang ditujukan untuk subsistem robot harus melalui chip Nvidia, di mana kode tersebut dapat diperiksa keasliannya.

Dengan mengintegrasikan langsung chip 'Blackwell' Nvidia dengan badan robot Unitree, Nvidia menghadirkan fitur keamanan yang sama yang digunakannya untuk melindungi server data center, kata para eksekutif.

Teknologi keamanan tersebut, yang dikenal sebagai secure boot dan confidential computing, bertujuan untuk memastikan robot tidak dapat menjalankan kode berbahaya dan data sensitif tidak dapat dipindahkan dari robot tanpa izin.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: CEO Nvidia Ikut Lawatan Trump ke China Bahas Bisnis & Chip AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terkuak! Penyebab John Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat dari Timnas Indonesia
• 19 jam lalubola.com
thumb
Tatap GP Hungaria 2026, Veda Ega Pratama dan Honda Team Asia Termotivasi Tunjukkan Kemajuan
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Qodari Sebut Cerminan Nyata Pancasila
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Wakapolri Temui Otoritas Keamanan Arab Saudi, Bahas Perlindungan Jemaah Haji Indonesia
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Kehormatan Menhan Qatar
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.