JAKARTA, KOMPAS-Jalan Lenteng Agung di Jakarta Selatan yang sempat ambles dan ditutup kini dibuka kembali. Meski perbaikan dinyatakan tuntas tapi pengawasan masih dilakukan untuk memastikan beton mencapai kualitas maksimal.
Berdasarkan pemantauan Kompas, jalan dibuka sepenuhnya pada Selasa (2/6/2026) pukul 11.30 WIB, setelah diperbaiki 3×24 jam. Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan itu.
Akan tetapi, Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase di Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Horas Yosua mengatakan, pengawasan masih akan dilakukan. Tujuannya, memastikan hasil akhir pengecoran beton optimal.
"Bagusnya 28 hari, tapi karena kita telah menggunakan zat adiktif khusus di sini, sehingga proses pematangan beton bisa lebih cepat," kata Yosua, Selasa.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta Budi Awaludin memohon maaf kepada masyarakat karena pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung arah selatan menuju Depok belum dapat diterapkan sesuai rencana yakni pada Selasa, pukul 05.00 WIB. Hal itu dilakukan demi memastikan proses pengeringannya ideal.
“Kami memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas warga yang melintas di kawasan Lenteng Agung. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembukaan jalan dan mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” kata Budi.
Ke depan, Budi mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah. Perkembangan terbaru terkait pembukaan jalan akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala.
Sebelumnya, Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan, amblesnya jalan pada Kamis (28/5/2026) malam disebabkan kerusakan saluran penghubung dari kawasan Universitas Indonesia menuju Kali Ciliwung.
Saluran yang sudah tua dan tidak lagi mampu menahan beban itu terus tergerus aliran air. Akibatnya, infrastruktur itu rusak dan memicu badan jalan ambles.
”Saat saluran rusak, aliran air tertahan sehingga terjadi penumpukan di bagian atas. Setelah box culvert dipasang dan saluran mulai terbuka, air yang sebelumnya tertahan itu kembali mengalir sehingga terlihat cukup deras,” ujar Sartono.





