jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri bukan hanya sekadar gagah-gagahan.
Hal itu untuk menanggapi video kritik dan masukan dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
BACA JUGA: Seskab Teddy Sebut Kelebihan Biaya ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi Presiden Prabowo
“Itulah diplomasi. Jadi, salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” ucap Teddy dalam akun @sekretariat.kabinet, pada Selasa (2/6).
Teddy menuturkan kunker Prabowo ke luar negeri yang lebih dari 50 kali tersebut membuat Indonesia bisa masuk BRICS (kelompok kerja sama ekonomi, politik, dan geopolitik beranggotakan negara-negara berkembang utama di dunia).
BACA JUGA: Seskab Teddy Borong 35 Sapi Kurban dari Peternak Lokal Boyolali
“Yang kedua tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo tepatnya tahun 2025 lalu,” kata dia.
Yang ketiga, Teddy menyebutkan total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun.
BACA JUGA: Permohonan Teddy Pardiyana Ditolak, Sule Beri Respons Tegas
Dia memerinci, saat Prabowo ke Jepang dan Korea mendapatkan investasi sekitar Rp 575 triliun.
“Yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang ya. Dan itu dari banyak sekali negara: Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara,” tuturnya.
Bahkan, dia Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi berkat lobi dari Prabowo.
“Yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop off logistik dari udara sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa,” lanjutnya.
Indonesia juga disebut mengirim kapal rumah sakit ke Palestina, hingga menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia.
“Yang ke tujuh baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel, lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari dikembalikan ke Indonesia,” tambah Teddy. (mcr4/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




