VIVA – Emil Audero berbicara jujur soal masa depannya kepada jurnalis Italia. Masa depan kiper Timnas Indonesia itu dipertanyakan di tengah FIFA Matchday.
Skuad Garuda sedang bersiap untuk menghadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026 ini. Mereka akan bermain pada tanggal 5 dan 9 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Herdman menentukan 23 nama dan Emil Audero kembali mendapatkan tempat. Sang penjaga gawang berusia 29 tahun diharapkan untuk mendapatkan kesempatan sebagai starter seperti yang terlihat pada FIFA Series 2026 di bulan Maret lalu.
Namun, selagi dirinya fokus untuk Timnas Indonesia, masa depan Audero dipertanyakan di Italia. Dia baru saja menyelesaikan musim bersama Cremonese, namun kontraknya akan segera habis.
Audero hanya dipinjam oleh Cremonese dari Como 1907. Ada opsi untuk mempermanenkannya, namun itu tampaknya takkan diaktifkan menyusul dengan kegagalan Cremonese bertahan di kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.
Dia merupakan salah satu pemain penting I Grigiorossi di sepanjang musim ini. Walau begitu, karena terdegradasi ke Serie B, Audero diharapkan untuk pergi dari Stadio Giovanni Zini.
Yang jelas, Audero akan dikembalikan ke klub pemiliknya, Como 1907. Dia masih memiliki kontrak hingga 2028, dan menekankan hal itu ketika ditanyakan soal masa depan.
“Tahun ini, saya dipinjamkan dengan opsi untuk dipermanenkan [ke Cremonese], namun kini saya masih punya sisa kontrak dua tahun bersama Como,” kata Audero dalam wawancara dengan Gianluca Rossi, dilansir media Italia Calcio Cremonese.
Soal bermain di mana, Audero mengatakan bahwa itu masih terlalu awal. “Pada titik ini, itu tampak masih prematur untuk membicarakan masa depan,” tandasnya.
Dia membuka kemungkinan untuk apa pun yang terjadi di musim depan. Namun, untuk bertahan di Como adalah hal yang memungkinkan.
I Lariani akan bermain di Liga Champions pada musim depan. Namun, mereka memerlukan pemain lokal Italia untuk memenuhi kuota homegrown.
Como membutuhkan delapan pemain homegrown untuk didaftarkan ke UEFA. Di skuad saat ini, hanya ada Edoardo Goldaniga yang merupakan pemain homegrown dan juga lokal Italia.





