jpnn.com - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo mengkritik pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Anshar, kritik tersebut tidak mencerminkan keseluruhan hasil yang telah dicapai melalui diplomasi internasional Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Ketum Logis 08 Anshar Ilo: Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo Sah dan Bermanfaat untuk Rakyat
Anshar menilai publik seharusnya melihat capaian konkret yang dihasilkan dari aktivitas diplomasi Presiden, bukan sekadar jumlah perjalanan yang dilakukan.
"Dino Patti Djalal jangan asal kritik. Yang harus dilihat adalah hasil dan manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia. Dalam sekitar satu setengah tahun terakhir, diplomasi Presiden Prabowo berhasil membuka peluang investasi hingga Rp 2.430 triliun untuk Indonesia," kata Anshar Ilo, Selasa (2/6/2026).
BACA JUGA: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo Soroti Insiden Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur
Menurutnya, berbagai kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Prabowo telah menghasilkan banyak capaian strategis bagi Indonesia di tingkat global.
Anshar menyebut sejumlah keberhasilan tersebut antara lain bergabungnya Indonesia dalam kelompok BRICS, tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa, peningkatan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara sahabat, serta penguatan posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional.
BACA JUGA: Ketum Logis 8 Anshar Ilo Desak Kabareskrim Usut Dugaan Makar Oleh Saiful Mujani
Selain itu, lanjut Anshar, pemerintahan Presiden Prabowo juga aktif memperjuangkan isu kemanusiaan Palestina dan memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.
"Kalau hanya melihat frekuensi perjalanan tanpa melihat hasilnya, tentu penilaiannya menjadi tidak objektif. Diplomasi Presiden Prabowo telah meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia," ujar mantan Waketum DPP KNPI ini.
Anshar juga menyoroti fakta bahwa terdapat sejumlah perjalanan luar negeri Presiden yang pembiayaannya tidak sepenuhnya dibebankan kepada negara. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan agenda diplomasi berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
"Yang paling penting adalah manfaat yang kembali kepada rakyat Indonesia. Investasi masuk, pasar ekspor terbuka, kerja sama strategis meningkat, dan posisi Indonesiamakin diperhitungkan di dunia internasional," kata Anshar Ilo yang juga mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Oleh karena itu, Logis 08 meminta seluruh pihak untuk memberikan penilaian secara proporsional terhadap kebijakan luar negeri Presiden Prabowo.
"Kritik tentu boleh, tetapi harus berdasarkan data dan fakta. Jangan sampai kritik yang disampaikan justru mengabaikan berbagai capaian nyata yang telah dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara," ujar Anshar Ilo.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




