BPS Catat Emas Perhiasan Deflasi Tiga Bulan Berturut-turut

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

BPS mencatat komoditas emas perhiasan menyumbang andil deflasi sebesar 0,05 persen terhadap komponen inflasi umum,

BPS Catat Emas Perhiasan Deflasi Tiga Bulan Berturut-turut (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas emas perhiasan menyumbang andil deflasi sebesar 0,05 persen terhadap komponen inflasi umum, dengan total nilai deflasi kelompok mencapai 0,74 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengonfirmasi peran kelompok pengeluaran tersebut sebagai penyeimbang laju indeks harga konsumen pada Mei 2026.

Baca Juga:
Jakarta Alami Deflasi 0,23 Persen pada Januari 2026

"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Mei ini mengalami deflasi atau meredam inflasi," kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

Pudji menjelaskan, emas perhiasan bertindak sebagai motor utama yang menarik kelompok pengeluaran ini ke zona deflasi dengan mencatatkan koreksi harga sebesar minus 2,67 persen pada Mei 2026.

Baca Juga:
Sumatera Jadi Wilayah dengan Tingkat Deflasi Terdalam Dibandingkan Nasional

Tren penurunan harga ini sekaligus melanjutkan fase deflasi yang sudah terjadi pada bulan Maret sebesar 1,17 persen serta April sebesar 3,76 persen.

"Emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas ini telah mengalami deflasi 3 bulan berturut-turut sejak Maret 2026," ujar Pudji.

Di saat sektor perawatan pribadi mengalami penurunan harga, sejumlah kelompok pengeluaran lain justru terpantau masih mencatatkan inflasi pada Mei 2026.

Kenaikan harga tertinggi dibukukan oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dengan sumbangan andil sebesar 0,12 persen.

Mengekor di posisi kedua sebagai pendorong inflasi terbesar adalah kelompok pengeluaran transportasi yang laju inflasinya mencapai 0,61 persen serta memberikan andil sebesar 0,07 persen.

Selanjutnya, kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga ikut merangkak naik dengan tingkat inflasi sebesar 0,4 persen dan menyumbang andil 0,03 persen terhadap IHK.

Secara akumulatif, seluruh pergerakan harga pada kelompok pengeluaran masyarakat tersebut membentuk angka inflasi umum sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month) pada Mei 2026.

Dengan capaian tersebut, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei 2026) kini berada di level 1,35 persen, sementara rapor inflasi tahun ke tahun (year-on-year) bertengger di angka 3,08 persen.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Tembus 13.020 Orang Selama Libur Waisak 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kepala Gudang PT Cimory Edarkan Produk Kedaluwarsa, Label Dihapus dengan Thinner lalu Dicetak Ulang
• 5 jam lalurealita.co
thumb
China sebut ucapan Jepang soal modernisasi pertahanan tak berdasar
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Berjuang di Ruang Sidang, Nadiem Makarim Kenakan Jaket Gojek Mulyono
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bansos PKH & BPNT Tahap 2 Cair Juni 2026 via Pos & Himbara, Cek Penerima & Nominal
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.