PDIP Soal Momen Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan: Pertemanan Tulus

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dokumentasi BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Momen Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bergandengan tangan di sela Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026), masih menjadi perbincangan publik. Tidak terkecuali di kalangan politisi dalam negeri.

Baca: Prabowo Ungkap Pancasila Bukan Hanya Dokumen Sejarah, Tapi Ini



Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai hubungan Megawati dan Prabowo dapat dilihat dalam beberapa aspek. Pertama, aspek pertemanan lama.

"Kedua beliau ini menjadi sahabat yang sudah terjalin puluhan tahun. Kedua beliau bahkan sama-sama pernah berjuang dalam kontestasi pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009, kedua beliau menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pertemanan dan silaturahmi itu terus berlanjut meski pilpres tahun 2009 telah usai," ujar Said seperti dikutip siaran pers, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, relasi Megawati dan Prabowo tetap terjaga dengan baik saat PDI Perjuangan mencalonkan Joko Widodo pada Pilpres tahun 2014 dan tahun 2019. Dalam dua kontestasi itu, Jokowi berhadapan dengan Prabowo.

"Persahabatan kedua beliau ini kokoh, bukan hanya sebatas pertemanan nasi goreng yang seringkali dilihat oleh publik. Pertemanan kedua beliau ini tulus, tak ada cela," kata Said.

Aspek kedua selain hubungan persahabatan, menurut Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat itu, Megawati saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Said mengatakan, meski presiden telah berganti, Prabowo tetap mempercayakan tugas kenegaraan tersebut kepada Megawati, meskipun PDI Perjuangan bukan bagian dari pemerintahan.

"Artinya, Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan, demikian halnya Presiden Prabowo, sehingga urusan tersebut melampaui urusan politik praktis. Kedua beliau memiliki pandangan yang sama, lembaga negara seperti BPIP memang harus dijabat oleh negarawan, sekaligus kegigihan seorang tokoh dalam menanamkan nilai nilai Pancasila," ujar Said.

"Urusan Pancasila ini melampaui segala-galanya dan itulah yang dipedomani oleh kedua beliau. Jadi kemesraan pada acara peringatan hari Pancasila itu manisfestasi dari hal ini," lanjut politikus asal Jawa Timur tersebut.

Aspek ketiga, menurut Said, hubungan Megawati dan Prabowo berdiri di atas pandangan politik kebangsaan. Perbedaan jalan politik, di mana PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tidak dimaknai oleh Prabowo sebagai musuh.

Bahkan dalam pidato ketika Sidang Paripurna DPR tanggal 20 Mei lalu, Prabowo menghormati, dan mengapresiasi berbagai lontaran masukan yang diberikan kader-kader PDI Perjuangan di DPR.

"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata mata kekuasaan. Karena ketiga fondasi hubungan dan cara pandang kedua beliau inilah mengapa hubungan Ibu Mega dan Presiden Prabowo awet, tidak ternoda, meski berbeda haluan politik kepartaiannya," kata Said.

Lebih lanjut, dia bilang keteladanan ini pula yang diikuti oleh jajaran pada Fraksi PDI Perjuangan dan Gerindra di DPR. Kedua fraksi bisa cair saling berdiskusi, bertukar pandangan dalam membahas kebijakan dan program program pemerintah, meskipun dalam beberapa hal terjadi perbedaan pandangan.


"Namun keduanya tetap memahami posisi masing masing dan saling menghargai sebagai sahabat politik yang tetap bisa bersinergi," ujar Said.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memiliki pandangan tersendiri terhadap momen Prabowo dan Megawati bergandengan tangan. Menurut dia, pemandangan itu amat menyejukkan terhampar terang pada peringatan lahir Pancasila.

"Kebersamaan tokoh sentral menyuntikkan rasa tenang tak ternilai. Petani pedesaan butuh suasana damai agar panen melimpah ruah. Persatuan menggaransi kerja keras kita menumbuhkan hasil maksimal," kata Mas DAR, sapaan akrab Sudaryono.

Menurut dia, negeri ini sangat teramat besar. Kita tidak akan mampu bekerja sendirian.

"Semangat gotong royong memastikan pasokan pangan selalu tersedia aman. Mari sama-sama merawat kerukunan demi masa depan anak cucu. Bibit kerukunan hari ini pasti memanen kedamaian esok pagi," ujar Mas DAR seperti dikutip akun Instagram resminya.




(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo "Singgung" PDIP di Depan Sidang DPR RI, Sebut Hal Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Qodari Sebut Cerminan Nyata Pancasila
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Kini Rp2,774 Juta per Gram
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Seskab: Kelebihan Biaya Prabowo ke LN Ditanggung Pribadi, Rombongan Berkurang
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Kemayoran
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Polda Metro Jaya tebar 165 ribu benih udang dan bandeng di Bekasi
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.