Dokumen Rahasia Terungkap, Perusahaan Tiongkok Kembali Terseret dalam Jaringan Rudal Iran

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Media Iran International baru-baru ini memperoleh sejumlah dokumen yang menunjukkan bahwa sebuah perusahaan Tiongkok diduga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Turki dan Uni Emirat Arab untuk membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperoleh bahan kimia yang diperlukan dalam produksi rudal balistik.

Dokumen-dokumen tersebut diperoleh oleh kelompok peretas Prana dan kemudian diserahkan kepada Iran International. Isinya menunjukkan bahwa entitas Tiongkok tidak hanya terlibat dalam pasokan barang, tetapi juga diduga membantu Iran menghindari sanksi Amerika Serikat melalui jaringan perusahaan multinasional untuk menyelesaikan transaksi terkait.

Menurut dokumen tersebut, perusahaan inti dalam jaringan ini adalah Haokun Energy. Selama bertahun-tahun, perusahaan itu berperan sebagai perantara yang membantu Garda Revolusi Iran menjual minyak kepada kilang-kilang di Tiongkok. Empat tahun lalu, Haokun Energy telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena diduga mendanai Pasukan Quds, unit operasi luar negeri Garda Revolusi Iran.

Haokun Energy diketahui pernah mencapai kesepakatan dengan perusahaan bernama Golden Globe Demir Celik (GDCP) terkait penyediaan produk kimia untuk apa yang disebut sebagai “peralatan khusus”.

Yang menarik perhatian, Haokun Energy menyatakan bahwa aktivitas terkait dilakukan melalui jalur rahasia dengan koordinasi pihak bea cukai Tiongkok, serta meminta pihak Iran untuk mencegah kebocoran informasi apa pun.

Berdasarkan dokumen tersebut, GDCP tidak hanya bertanggung jawab membeli bahan baku yang dibutuhkan untuk bahan bakar rudal balistik, tetapi juga mewakili Garda Revolusi dalam penjualan minyak.

Dengan kata lain, jaringan ini membantu Garda Revolusi menjual minyak sekaligus menggunakan sebagian pendapatan minyak tersebut untuk membeli bahan baku bahan bakar rudal seperti natrium perklorat (sodium perchlorate) dari Tiongkok. Sementara itu, Haokun Energy sebagai perantara berupaya melunasi utangnya yang mencapai ratusan juta dolar AS kepada Garda Revolusi melalui penjualan senjata, bahan baku bahan bakar rudal, dan berbagai komoditas lainnya. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, perusahaan itu saat ini masih memiliki utang pendapatan minyak kepada Garda Revolusi yang melebihi US$1 miliar.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa ledakan mematikan yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran, pada April tahun lalu kemungkinan berkaitan dengan satu pengiriman natrium perklorat. Bahan kimia tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan bahan bakar rudal berbahan bakar padat.

Dalam setahun terakhir, berbagai laporan mengenai pengiriman natrium perklorat dari Tiongkok ke Iran telah berulang kali muncul. Pada 12 Mei lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menuduh PKT membantu Garda Revolusi Iran memperoleh komponen rudal balistik. Namun, pihak Tiongkok membantah tuduhan terkait.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satria Muda Hadapi Bogor Hornbills pada Laga Pembuka Semifinal IBL 2026
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Meski Skuad Garuda Muda Menang Telak atas Myanmar, Nova Arianto Blak-blakan Mengaku Kecewa karena Hal Ini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Lowongan Kerja Chief Chemist PT Sucofindo 2026: Penempatan Konawe, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
PGN Raih Predikat Tertinggi Kepatuhan Hukum dan Tata Kelola di IRCA 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ragunan Siapkan 27 Titik Parkir Antisipasi Lonjakan Pengunjung
• 21 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.